Pelipatan Surat Suara Pilkada, KPU Purworejo Kerahkan 60 Orang

PURWOREJO, Proses pelipatan kertas suara untuk Pilkada Kabupaten Purworejo mulai berlangsung hari ini, Senin (23/11). Sebanyak 622.051 surat suara yang baru didistribusikan kini menjalani proses pelipatan di gudang KPU yang merupakan gedung eks SMK YPK di Jalan Tentara Pelajar Purworejo.

Ketua KPU Purworejo Drs Dulrokhim merinci, 622.051 surat suara itu rinciannya sebanyak 604.026 DPT, 16.025 cadangan (2,5% dari jumlah DPT), dan 2.000 surat suara untuk pemilihan ulang. Proses pelipatan surat suara dilakukan oleh 60 orang.

Ke-60 orang itu menyelesaikan pelipatan surat suara selama empat hari yakni mulai Senin hingga Kamis. Mereka dibagi ke dalam dua ruang yakni di lantai 1 dan lantai 2, masing-masing berisi 30 orang. Setiap ruang berisi 10 meja sehingga satu meja berisi tiga orang. 

Aparat kepolisian ikut menjaga kegiatan pelipatan kartu suara

“Di ruang lantai 1 berisi 21 pria dan 9 wanita. Sedangkan di ruang lantai 2 berisi 20 pria dan 10 wanita. Mereka bekerja dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00 dengan waktu istirahat pukul 12.00 sampai 13.00,” ucap Dulrokhim.

Disebutkan, petugas menerima upah Rp 100 per surat suara yang dilipat. Pihaknya tidak menargetkan jumlah kertas suara yang harus dilipat oleh setiap orang. “Tergantung dari kecepatan masing-masing orang,” ulasnya.

Menurut Marjono, petugas KPU yang tengah bertugas di gudang, sistem penjumlahan berdasar rekap per orang yang dilakukan secara manual dan input melalui komputer. Dari data itu akan diketahui berapa lembar surat suara yang dilipat oleh masing-masing petugas.

Dulrokhim

Marjono menyebut, para petugas itu sebagian besar sudah pernah bertugas pada kegiatan KPU sebelumnya yakni saat pileg dan pilpres tahun 2019 lalu.Jadi mereka sudah cukup terampil mengerjakan tugas tersebut.

Untuk benar-benar menerapkan prokes, penyelenggara mewajibkan setiap petugas melakukan 3M, yakni mencuci tangan (sebelum dan setelah berkativitas), memakai masker, dan menjaga jarak.

“Untuk kepentingan jaga jarak itulah setiap meja hanya ditempati tiga orang agar mereka bisa bekerja dengan aman dan nyaman,” kata Dulrokhim.

Selama bekerja, mereka mendapat pengawasan dan pendampingan dari Bawaslu dan KPU. Selain itu juga pengamanan dari Polres. Seperti yang tampak Senin siang, saat Kasat Sabhara AKP Moro Priyadi, SH meninjau anak buahnya yang melakukan pengamanan sekaligus meninjau pelaksanaan kegiatan pelipatan surat suara di lokasi tersebut. (Dia)

Tinggalkan Balasan