Pekatihan Ditutup, 144 Peserta Dinyatakan Kantongi Keterampilan Kompeten

PURWOREJO, Pelatihan Ketrampilan Berbasis Kompetensi Angkatan II tahun 2018 di UPT BLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo ditutup, Kamis (9/6). Kegiatan dihadiri Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo, Ir Dri Sumarno.
Kepala UPT BLK Dinperinaker Sudarman, S.Pd mengatakan, pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi sebanyak 12 paket pelatihan dengan kejuruan, Mekanik Yunior Sepeda Motor, Operator Mesin Produksi, Teknisi Telepon Seluler, Adminitrasi Perkantoran, Mebeler, Mekanik Yunior Mobil, Teknisi Refrigerasi Komersial, Yunior Teknisi Support, Drafter, Operator Menjahit Pakaian Dasar, Instalasi Tenaga dan Audio Video.
“Pelatihan tersebut sudah dilaksanakan dari tanggal 26 April – 4 Mei 2018 selama 240 jam pelajaran di UPT BLK Dinperinaker Purworejo,”kata Sudarman.
Diterangkan, pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktifitas tenaga kerja di Kabupaten Purworejo. Dengan harapan setelah selesai mengikuti pelatihan ketrampilan bisa menambah pengetahuan dan mempunyai skill sehingga mampu bersaing di pasar kerja dan bisa mengurangi angka pengangguran.
Disebutkan, pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi dengan 12 kejuruan tersebut 10 di antaranya telah dilakukan uji kompetensi oleh LSP BLK Surakarta.
Adapun hasilnya, Mekanik Yunior Sepeda Motor dari 14 peserta semua dinyatakan kompeten (100 %), Teknisi Telepon Seluler dari 16 peserta 13 dinyatakan kompeten (81 %), Adminitrasi Perkantoran dari 16 peserta dinyatakan kompeten (100 %), Teknisi Mebeler dari 16 peserta dinyatakan kompeten (100%), Mekanik Yunior Mobil dari 14 peserta dinyatakan kompeten (100%), Drafter dari 16 peserta dinyatakan kompeten (100%), Operator Menjahit Pakaian Dasar dari 16 peserta dinyatakan kompeten (100%), Teknisi Refrigerasi Komersial dari 16 peserta 9 dinyatakan kompeten (56%), Yunior Teknisi Support dari 15 peserta dinyatakan kompeten (100%), dan Audio Video dari 16 peserta 15 dinyatakan kompeten (94%).
Sementara itu Dri Sumarno menuturkan, peserta ketrampilan ibarat sebuah pisau, bila sering diasah akan semakin tajam. Sebaliknya jika jarang diasah dan digunakan akan tumpul.
“Kompeten yang sesungguhnya adalah di lapangan. Jadi bagi yang belum kompeten jangan kecil hati, “katanya.
Dipaparkan, jaman sekarang adalah waktunya beraktifitas, berkreativitas, dan berkompetisi. “Sepandai apapun dalam pelatihan jika nantinya tanpa beraktifitas akan jalan di tempat. Sebodoh apapun dalam pelatihan, bahkan mungkin disepelekan, namun jika mau beraktifitas akan eksis, “papar Dri Sumarno. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *