Pejuang 1945, Pusara Peltu Klimin di TPU Besole Dipancangkan Bambu Runcing

BAYAN, Dewan Harian Cabang Penerus Pejuang 45 Kabupaten Purworejo memancangkan bambu runcing berbendera merah putih di pusara Peltu Klimin, di pemakaman umum Desa Besole, Kecamatan Bayan, Selasa (27/11) lalu. Pemancangan bambu runcing dilakukan oleh Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi, ST, MM, disaksikan Ketua DHC PP 45 Purworejo Soekoso Dm.
Upacara pemancangan bambu runcing berbendera merah putih dilakukan di TPU Besole, dengan inspektur upacara Ketua DPRD Luhur Pambudi. Upacara diikuti oleh berbagai komponen masyarakat, termasuk para pelajar, dari TK hingga SMA.
Peltu Klimin adalah pejuang kemerdekaan yang lahir pada 1927. Karier militernya dimulai jadi anggota heiho. Paska proklamasi kemerdekaan tahun 1945-1949, beliau bergerilya di sekitar wilayah Kedu. Peltu Klimin pensiun sebagai anggota Kodim 0708 Purworejo.
Ketua DHC PP 45 Purworejo Soekoso Dm mengungkapkan, penganugerahan berupa pemancangan bambu runcing berbendera merah putih diberikan kepada Peltu Klimin karena jasa perjuangan, pengabdian dan pengorbanannya sebagai pejuang 45 dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Terutama di masa revolusi fisik kurun waktu 1945-1949.
Menurut Soekoso, tujuannya antara lain sosialisasi adanya tokoh pejuang 45 yang dimakamkan di desa tersebut. Juga sebagai wujud penghargaan atas jasa-jasa kejuangannya.
Sementara itu Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi mengungkapkan, sejarah mencatat, sesudah kemerdekaan 17 Agustus 1945, ternyata Belanda masih melakukan agresi militer untuk menguasai Indonesia lagi. Hingga pada 1945-1949 bangsa kita pertahankan Indonesia secara fisik dengan mengangkat senjata.
“Di saat itulah banyak pejuang, baik yang bergabung dalam TNI, Tentara Pelajar maupun organisasi pejuang lain turut serta ke medan perang,”tandas Luhur.
Luhur berharap pemancangan bambu runcing itu menginspirasi generasi muda dan pelajar untuk semangat berjuang. Apalagi padq 11 November 2018 Purworejo sudah dideklarasikan sebagai Kota Pejuang.
“Dan dengan semangat mengubah pola pikir dan pola tindakan untuk bekerja keras, sehingga diharapkan Purworejo menuju Purworejo Muulyo bisa terwujud,”pungkasnya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *