Paska Damai, 16 PKL Siap Tempati Romansa Kuliner Purworejo

PURWOREJO, Pasca pertemuan Pemkab Purworejo dengan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pendowo dalam upaya menuju proses damai, tampaknya situasi mulai kondusif. Sejumlah PKL yang pada awalnya bersikukuh ingin berjualan di tempat relokasi sementara, tampaknya sudah mulai mentaati kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak. 

Lokasi relokasi sementara kini betul-betul steril dari PKL. Tidak satupun PKL yang terlihat menggelar dagangannya. Padahal sebelumnya para PKL sempat melawan saat ditertibkan petugas gabungan Satpol PP,  Polisi dan TNI sehingga nyaris terjadi insiden.

Sementara di lokasi Romansa Kuliner Purworejo, tempat yang disediakan Pemkab Purworejo untuk PKL Alun-alun, terlihat mulai ramai pengunjung. Sayangnya dari pantauan lapangan, hanya dua pedagang yang sudah menempai shelter, yakni Griya Dahar dan Gudeg Goreng.

Pemilik Griya Dahar, dirinya sejak awal langsung menempati shelter yang disediakan dan mengaku laris. “Sudah dua minggu saya jualan di sini, “katanya.

Dirinya mengaku karena langsung menempati shelter mendapat prioritas untuk memilih sendiri tempatnya. Namun saat ditanya alasan mau langsung menempati shelter di Romansa Kuliner dirinya enggan menjawab.

Sedang Yuli Mulyantono, mengaku belum menempati tempat jualannya karena menunggu PKL yang lain. “Masih menunggu yang lain biar kompak, “katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas UMKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo Kendasmoko didampingi Kabid UMKM Titik Mintarsih dalam pertemuan dengan 16 PKL yang sudah terdaftar meminta agar segera menempati shelter yang sudah disediakan.

“Saya minta PKL yang sudah terdaftar segera saja menempati shelter di Romansa Kuliner, ” kata Kendrasmoko saat di komplek Romansa Kuliner, Sabtu (27/1) malam.

Sebab pada tanggal 10, 17 dan 24 Februari 2018 di Romansa Kuliner akan digelar Fetival Band Pelajar yang setiap malamnya menampilkan tiga peserta.

“Jika setiap peserta membawa 100 suporter maka diperkirakan akan ada 300 pengunjung yang akan memadati Romansa Kuliner dan ini jelas menguntungkan pedagang, “katanya.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan biaya sewa di Romansa Kuliner selama masa satu tahun gratis. Setelah satu tahun gratis nantinya per pedagang akan dikenai biaya sewa kepada koperasi Kodim dan kepada negara melalui pengelolaan aset negara yang ada di Kodim antara Rp 7.000 sampai Rp 10.000 per harinya.

“Kalau dikalkulasi untuk dua elemen tersebut kurang lebih Rp 7.000 sampai Rp 10.000 dengan asumsi NGOP tahun 2018,” katanya.

Diterangkan, dari hasil pertemuan tersebut 16 PKL yang sudah terdaftar sudah siap menempati Romansa Kuliner, hanya saja mereka meminta waktu untuk mempersiapkan peralatan dagang dan penyesuaian tempat.

“Paling tidak awal bulan Februari 2018 para PKL yang terdaftar sudah mulai berpindah ke Romansa Kuliner,”terang Kendrasmoko. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *