Nomor 18 di Indonesia, Purworejo Daerah Bencana Risiko Tinggi Nomor 2 di Jateng

PURWOREJO, Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Kabupaten Purworejo berada di urutan ke-18 dari 496 kabupaten/kota se Indonesia dan nomor dua di Jateng setelah Cilacap yang memiliki kategori bencana alam risiko tinggi.

“Purworejo menjadi daerah yang geografisnya multi ancaman terjadinya bencana alam. Untuk itu diperlukan perubahan perilaku menuju budaya aman bencana,” ujar kata Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol Inf Lukman Hakim, S.Sos, M.Si pada apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo, Kamis (22/10). 

Apel diikuti oleh unsur TNI/Polri, BPBD, Satpol PP, IOF, Banser dan sejumlah komunitas serta relawan yang selama ini membantu kebencanaan. Hadir pula Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA, Wakil Ketua DPRD, Frans Suharmaji, SE, MM, Wakapolres, Kompol Asep Supiyanto, Kalak BPBD Purworejo Drs Sutrisno, M.Si.

Menurut Dandim, Purworejo memiliki karakteristik bencana yang unik, seperti setiap terjadi banjir pasti disusul tanah longsor. Untuk itu kesiapsiagaan bencana menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi penanggulangan bencana alam.


 

Pjs Bupati Ir Yuni Astuti MA melakukan inspeksi pasukan

“Paradigma penanggulangan bencana telah berubah dari responsif menjadi preventif,” sebutnya.

Kata Lukman, upaya menurunkan risiko bencana dapat dilakukan dengan sosialisasi, gladi lapangan, keterpaduan pemerintah dengan masyarakat serta dunia usaha. 

“Keterpaduan pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memberikan penanganan bencana secara cepat, tepat, efisien dan efektif,” sebutnya.

Di sisi lain, ia menuturkan kesadaran masyarakat untuk memiliki wawasan luas terhadap lingkungan menjadi tugas bersama. Sehingga diharapkan setiap keluarga saling mengajak untuk peduli, mencintai dan menghargai lingkungan. (Fau)

Tinggalkan Balasan