Musim Penghujan Tiba, tapi Masih Ada 106 Desa yang Minta Dropping Air Bersih

PURWOREJO, Kabupaten Purworejo memang unik. Di saat mulai memasuki musim hujan saat ini, ternyata ada 106 desa yang masih mengalami kekeringan. Hal itu terjadi karena hujan yang turun belakangan ini belum mampu mengisi tandon-tandon penampung air yang ada di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bagelen.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs Sutrisno, M.Si yang dihubungi menyebutkan, ke-106 desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih itu tersebar di 15 kecamatan. Jumlah itu melonjak dratis dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai separuhnya. 

Pada musim kemarau tahun lalu, BPDB melakukan droping air sebanyak 3.500 tangki di ratusan desa yang membutuhkan pasokan air bersih. “Pasokan 3.500 tangki air selama delapan bulan itu merupakan yang terbanyak di Jawa tengah,” imbuh Sutrisno. 

Dropping air bersih di Desa Somorejo

Namun musim kemarau tahun ini tidak separah tahun lalu. Hingga bulan September lalu, BPBD baru memasok air bersih sebanyak 273 tangki dan masih ada permintaan dropping dari desa-desa.

Adapun desa-desa yang telah dipasok air bersih meliputi, Kecamatan Bagelen: Desa Hargorojo (36 tangki), Sokoagung (69), Somorejo (39), Tlogokotes (27), Soko (13) dan Semono (6). Kecamatan Purworejo: Sidomulyo (11), Sidorejo (8), dan Brenggong (4).

Kecamatan Pituruh: Kaligintung (1), Brengkol (24) dan Kedungbstur (12). Kecamatan Purwodadi: Gesing (9).

“Kami telah menyiapkan empat tangki isi 5.000 liter air bersih untuk dipasok ke lokasi-lokasi kekeringan. Kami juga siapkan terpal untuk tandon air di desa-desa yang belum punya,” ujar Sutrisno. (Dia)

Tinggalkan Balasan