Meski Dihadang Pandemi Covid-19, Rencana Bank Purworejo Jadi Bank Syariah Jalan Terus

PURWOREJO, Rencana Bank Purworejo untuk mengubah bentuk dari bank konvensional menjadi bank syariah jalan terus kendati dihadang oleh pandemi covid-19. Saat ini masih dalam proses penyiapan skill sumberdaya manusia dengan melakukan transfer pengetahuan dan pelatihan dari lembaga perguruan tinggi.

“Akibat Covid-19, progressnya menjadi tersendat karena aturan prokes yang berkaitan dengan sosial distancing. Semula kapasitas pelatihan bisa menampung seluruh karyawan sejumlah 60 karyawan. Tapi kini hanya sepertiganya,” ucap Direktur Utama Bank Purworejo Wahyu Argono Irawanto, SE, MM saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/11)

Hal itu tentu berpengaruh terhadap jadwal yang telah ditentukan semula, kata Wahyu. Belum lagi pelatihan itu hanya dilakukan di saat week end atau di luar hari kerja. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk melakukan bimbingan teknis (bimtek) dalam kondisi normal yakni dua tahun.

Disebutkan Wahyu, meski sudah menjadi perbankan yang establish, Bank Purworejo tetap butuh penyertaan modal dari Pemda, terlebih di saat Covid-19 ini.

Wahyu menyebut, selama info pihaknya telah mendapatkan penyertaan modal dari Pemda sebesar Rp 24 miliar. Tapi sejak tahun 2016 Bank Purworejo tidak mendapat kucuran modal sama sekali.

Dari aset senilai Rp 271 miliar, lanjut Wahyu, separuhnya berasal dari dana nasabah Purworejo berupa tabungan, deposito dan produk perbankan kain, termasuk penyertaan modal Pemda. Separuhnya lagi berasal dari luar daerah, baik dalam bentuk deposito maupun pinjaman antarbank.

Terkait bentuknya, bank konvensional maupun bank syariah menurut Wahyu hanya berbeda dalam hal sistem pembagian hasilnya saja.

Wahyu yang sudah menjabat sebagai Dirut Bank Purworejo sejak tahun 2007 menjelaskan, untuk keperluan perubahan bentuk menjadi bank syariah, semuanya sudah disiapkan. Termasuk logo karena sudah melalui lomba yang dilakukan sebelumnya. “Kami tinggal menunggu perda-nya saja,” kata Dirut BUMD terlama itu.

Dirinya mengungkapkan, hambatan yang ditemui yakni terkait kurangnya potensi daerah di Purworejo. Dengan aset mencapai angka Rp 270 M, Bank Purworejo optimistis dapat mengembangkan usahanya di masa mendatang. (Dia)

Tinggalkan Balasan