Mencatut Nama Wartawan Jawa Pos, Seseorang Minta Uang kepada Sejumlah Pejabat

PURWOREJO, Nama wartawan Jawa Pos Radar Jogja yang bertugas di Purworejo, Budi Agung Jatmiko, dicatut oleh orang tak dikenal untuk meminta uang kepada sejumlah pejabat, Rabu (11/7). Modus yang digunakan yaitu meminta bantuan untuk mengobati teman wartawan yang sedang menjalani operasi di RS Muwardi Solo, baik melalui SMS maupun telepon.

Sedikitnya lima pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Rabu (11/8) pagi mengaku mendapat SMS dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai Budi Agung Radar Jawa Pos Pers. Kepada mereka pengirim sms itu minta bantuan uang untuk membantu wartawan yang disebutnya bernama Ary, yang katanya sedang dioperasi di RS Muwardi Solo.
Kasubag Analisis Media dan Pendapat Umum pada Bagian Humas Setda Purworejo, HK Ardiningsih, SE, menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari lima koleganya yang mendapat sms dan telepon dari seseorang yang mengaku wartawan bernama Budi Agung.
Humas kemudian mengundang wartawan Radar Jogja, Budi Agung Jatmiko untuk mengkonfirmasi kebenaran sms tersebut. Ternyata Budi Agung membantah telah mengirim sms seperti itu.
“Salah satu sms yang dikirim kepada Bu Antari isinya seperti ini: Tlng jenengan bantu gotong royong semampunya Mas Ary, Bu Antari.kshn oprasi jantung dirs muwardi solo.lewatkan no rek mas Ary sndri Bu biar tau kluarganya.BCA.0901391903.a/n Ary Siswanto.tks.byk sblumnya Bu. Smg byk rijkinya.amin.slm.dr teman2 Pers,”ujarnya sambil menunjukkan isi sms tersebut.
Dijelaskan, permintaan uang tersebut oleh Antari tidak ditanggapi, bahkan dilaporkan ke Humas Setda. Oleh Humas informasi tersebut lalu dibagikan di grup WA pejabat disertai pesan agar tidak mempercayai sms dimaksud.
Terpisah Kasubag Dokumentasi dan Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setda, Sigit Sudibyo, S.Sos mengungkapkan, sebelum adanya sms permintaan bantuan, pada sekitar pukul 08.00 ada telepon dari seorang laki-laki yang mengaku dari Sekretariat DPRD. Orang tersebut menanyakan nama wartawan Jawa Pos Radar Jogja.
“Karyawan yang menerima telepon tanpa curiga menyebutkan nama Budi Agung. Ternyata nama itu dijadikan bahan untuk menipu. Tapi sejauh ini belum ada yang melaporkan telah mengirim uang,”kata Sigit.
Sementara itu Rabu petang Redaksi Purworejonews juga menerima pesan dari Kabid Bina Marga DPU PR Kabupaten Purworejo, Adji Nur Hidayat, ST, yang mengaku diminta uang oleh seseorang yang mengaku bernama Budi Agung.
“Memang wartawan atau ngaku-ngaku wartawan Pak? Bahasanya kok kaya bukan orang yang berpendidikan?”tanya Adji. Oleh Redaksi dijelaskan bahwa permintaan bantuan itu merupakan modus penipuan. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *