Logo BOB Diluncurkan: Bukit Menoreh Bakal Jadi Kawasan Wisata Terpadu

PURWOREJO, Badan Otoritas Borobudur (BOB) hari ini Kamis (10/12) melaunching logo BOB di pendopo kabupaten Purworejo. Launching ditandai dengan pagelaran tarian yang melambangkan persatuan dua wilayah setelah sebelumnya dilanda perang.

Adapun logo yang dilaunching merepresentasikan lima wilayah di bawah naungan BOB dengan keunggulan masing-masing destinasinya.

Acara yang bertajuk One Team One Dream itu dihadiri oleh Direktur Utama BOB Indah Juanita, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Purworejo, Boedi Hardjono, Wakil Ketua DPRD Kelik Susilo Ardani, Kepala Dinparbud Agung Wibowo, Forkompinda dan sejumlah pejabat terkait.

Sebelum launching, Bupati Purworejo yang sambutannya disampaikan Boedi Harjono mengapresiasi BOB yang menempatkan Kabupaten Purworejo sebagai mitra bersama. Salah satu wujudnya yakni obwis DeLoano Glamping, di Desa Sedayu, Kecamatan Loano.

Selain itu disebutkan, tahun 2020 ini Pemkab sebenarnya sedang gencar melakukan pembangunan utamanya di bidang pariwisata. Tapi karena pandemi maka semua berhenti dan ditutup. Kalaupun dibuka dengan jumlah terbatas dan menerapkan prokes.

Direktur Utama BOB Indah Juanita menjelaskan, BOB merupakan satu klaster dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang bertugas menaikkan jumlah pariwisata di wilayah tertentu.

“Kami memiliki dua bidang tugas yakni bidang otoritatif dan bidang adninistratif. Di bidang otoritatif ada lahan seluas 3.000 hektare di kawasan bukit Menoreh yang akan selesai dibangun pada tahun ini dan akan menjadi kawasan wisata terpadu, ” jelasnya.

Sedang bidang administratif yakni cakupan sebanyak 37 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan DIY. Tujuannya yakni bersama-sama mengangkat wilayah besar untuk bisa maju bersama-sama.

Ditambahkan Yuanita, di era pandemi sekarang ini turisme berubah mindset dari kuantitas menjadi kualitas. Untuk itu segala sarana prasarana dibenahi.

“Dengan adanya bandara, ketika akan berkunjung para turis akan menengok ke kiri atau ke kanan yakni ke Purworejo atau Kulonprogo. Keduanya masih menjadi wilayah cakupan BOB,” tandas Indah Juanita.

Terkait dengan akses dan sarpras, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo, Suranto, mengatakan, pihaknya siap membangun infrastruktur yang menghubungkan destinasi wisata satu dengan lainnya.

Demikian pula dengan Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo yang menyebutkan, kehadiran BOB menunjukkan bahwa destinasi yang ada di Purworejo, Kulon Progo dan Magelang bisa saling mensupport.

Yuanita berharap dirinya bisa terus bekerja keras untuk bisa mempersembahkan amanah agar terjadi peningkatan pariwisata di wilayah BOB yang akan membawa berbagai aspek perubahan positif khususnya di bidang ekonomi bagi masyarakat.

Logo BOB yang diluncurkan merupakan karya arsitek Arkhan, ST dari Yogyakarta, pemenang pertama lomba Logo BOB. Logo tersebut antara lain mengandung filosofi, bentuk dasar diperoleh dari hasil kombinasi huruf BOB yang merupakan singkatan dari Badan Otorita Borobudur. Segitiga menyimbolkan bukit yg merupakan zona otorita berupa kawasan hutan di perbukitan Menoreh. (Dia)

Tinggalkan Balasan