Kopwan Srikandi Ekspor 26 Ton Gula Kristal dan Minyak Kelapa Organik ke Australia

PURWOREJO, Sempat mandek akibat pandemi Covid-19, Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi kembali mengekspor produk unggulannya berupa gula kristal dan minyak kelapa organik sebanyak 26 ton ke Australia. Pemberangkatan ekspor kedua produk andalan itu dilakukan oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA, Selasa (17/11).

Pemberangkatan ditandai dengan memecah kendi berisi air ke bagian depan mobil kontainer oleh Pjs Bupati dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Soekowardojo.

Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA mengatakan, dirinya merasa bangga dengan capaian Koperasi Wanita Srikandi yang telah mampu ekspor ke beberapa negara. 

“Ekspor bukan hanya sekedar perkara uang, melainkan juga memiliki nilai kebanggan tersendiri karena produk lokal mampu diakui secara internasional,” kata Yuni.

Menurutnya keberhasilan Kopwan Srikandi merupakan bukti jika pengelolaan koperasi yang baik akan dapat memberikan pengaruh yang baik bagi usaha.

“Ini bisa menjadi contoh, ternyata koperasi itu kalau dikelola secara baik dan profesional ya akan bagus dan dapat bersaing dengan korporasi yang lebih besar,” imbuh Yuni.

Ketua Kopwan Srikandi Sri Susilowati, SE menjelaskan, produk gula kristal organik yang diekspor sebanyak 26 ton dengan kontainer 45 feet. Kami juga punya produk minyak kelapa organik yang juga telah kami ekspor ke beberapa negara.

Pjs Bupati melihat cara kerja peralatan produksi gula kristal

Susilowati berharap, selain gula kristal organik, minyak kelapa organik juga akan mampu menjadi produk unggulan Kopwan Srikandi. Pihaknya juga memiliki produk baru yakni coconut nextar, yang saat ini masih menunggu PIRT, sertifikat halal dan sertifikat organik.

“Kami sudah mengekspor ke China, Perancis, Polandia, Australia, Spanyol, Jepang, Yunani, Sri Langka, Inggris dan Belanda. Mudah-mudahan kami terus mendapatkan PO dari luar negeri yang selama ini sudah menjadi partner kami,” jelasnya.

Sri mengungkapkan, ekspor gula kristal dan minyak kelapa organik ke Australia sempat terkendala oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan logistik terhambat.

Namun, saat ini arus logistik produk ekspor sudah mulai terbuka meskipun belum bisa terlalu sering mengirim barang sesuai dengan permintaan pasar. 

“Sekarang sudah mulai kirim meskipun baru sebulan sekali. Dan ini akan ada tiga kontainer lagi yang akan jalan pada bulan Desember dan Januari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Soekowardojo mengatakan, transaksi ekspor merupakan salah satu jalan keluar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu Indonesia keluar dari resesi.

Dalam konteks Jawa Tengah, lanjutnya, terdapat banyak potensi ekspor tak terkecuali produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Menurutnya, UMKM merupakan salah satu penolong di masa resesi. Pasalnya, jumlah UMKM banyak tersebar di berbagai wilayah dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. (Nas)

Tinggalkan Balasan