Komisi X DPR RI dan Bekraf Gelar Talk Show Tentang Sarung

PURWOREJO, Komisi X DPR RI bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan kegiatan Bincang Kreatif di Hotel Plaza Purworejo, Kamis (27/6).

Kegiatan yang dikemas dalam talk show dengan tema Sarung Is My New Denim menghadirkan narasumber Ir Bambang Sutrisno (Anggota Komisi X DPR RI), Dr Muhammad Amin, S.Sn, M.Sn, MA (Kasubdit Edukasi Ekonomi Kreatif Untuk Publik), Dina Midiani (Indonesia Fashion Camber), dan Taruna K Kusmayadi (Indonesia Fashion Camber) dan dihadiri 150 peserta seperti perancang busana, disainer, dan pelaku modeling.

Dalam kesempatan itu Bambang Sutrisno menyebut, Komisi X yang membidangi pendidikan dan kebudayaan sudah bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perguruan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pariwisata, Kementerian dan Olahraga, Badan Ekonomi Kreatif dan Perpustakaan Nasional.

Harus diakui enam mitra pemerintah tersebut memiliki prestasi masing-masing dengan segala kelebihannya. Demikian juga di sektor ekonomi kreatif, Bekraf meski merupakan lembaga non kementerian baru telah mampu menambah devisa negara melalui sektor ekonomi kreatif termasuk menyediakan lapangan pekerjaan.

“Dari informasi yang disampaikan terlihat jelas perkembangan ekonomi kreatif kita yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia mendatang,” kata Bambang Sutrisno.

Lanjut Bambang Sutrisno, di tengah kemajuan perkembangan yang sangat menggembirakan tersebut, dimana produk-produk ekonomi Indonesia sudah banyak dipagelarkan dalam berbagai even dalam dan luar negeri, masih terdapat tantangan kita di sekitar hulu.

Antara lain, tantangan tentang jangkauan Bekraf yang terbatas dan belum tertata seluruh Indonesia karena kepanjangan tangan Bekraf berbeda-beda yang menangani.

Banyak instansi pemerintah maupun swasta yang ikut menangani ekonomi kreatif sebagai prospek masa depan yang menarik, serta belum adanya UU sebagai payung hukum ekonomi.

Terkait dengan hal tersebut, lanjutnya, Komisi X DPR RI tengah menyelesaikan pembuatan UU ekonomi kreatif bersama pemerintah.

“Begitu luasnya sektor ekonomi kreatif saat ini yang mencakup 16 sektor menjadi tantangan kami dalam membentuk UU karena DPR RI harus berhadapan dengan banyak kementerian dan lembaga yang satu sama lain tidak sama melihat kehadiran ekonomi kreatif,” ujar Bambang Sutrisno.

Masih kata Bambang Sutrisno, belum lagi RUU ekonomi kreatif tersebut selalu masuk ke DPD RI bukan masuk ke DPR RI sehingga badan legislatif menetapkan Komisi X dan pemerintah yang harus menyelesaikan menjadi UU.

“Alhamdulillah RUU ekonomi kreatif ini termasuk diantara sekian RUU prioritas yang harus selesai pada periode 2014 – 2019, insyaallah sebelum reses pada akhir 2019 kita sudah memiliki UU ekonomi kreatif, ” ucap Bambang Sutrisno.

Diharapkan, ke depan sarung yang kita kenal sebagai busana serbaguna dan mendunia bisa menjadi sesuatu yang lebih memiliki daya tarik baik dari desain, polanya, bahan tekstil ya maupun penerapan dalam berbagai desain fashion yang selalu modern. (W5)

Tinggalkan Balasan