KH Hamid AK Terpilih Sebagai Ketua MUI Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, KH Hamid AK, S.Pdi akan memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purworejo untuk periode 2020-2025 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI Purworejo yang digelar di Gedung Siola, Selasa (30/6). Pada periode lalu, KH Hamid AK menjabat Ketua IV.

Hamid AK menggantikan KH Abdullah Syarkowi yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sementara jabatan Sekretaris dipercayakan kepada KH Drs Farid Solikhin, M.Mpd dan Bendahara H Herman Susilo

Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM mengakui, selama ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai telah berhasil membangun dan mengembangkan suasana intelektual kaum muslimin di Kabupaten Purworejo. Juga berperan besar dalam menciptakan hubungan harmonis baik interen maupun antar-umat beragama, serta pemerintah.

“Saya berharap seluruh pengurus MUI Kabupaten Purworejo semakin cermat dalam menyikapi berbagai perkembangan dan tuntunan peradaban,” harap Bupati sebelum membuka Musda.

KH Hamid AK

Bupati juga berharap, ke depan MUI Purworejo dapat terus memberikan masukan dan solusi terhadap permasalahan pembangunan di daerah dalam posisi sebagai mitra Pemerintah Daerah.

Di masa pandemi covid-19 ini, lanjut Bupati, Purworejo telah memasuki masa new habit tapi tetap mengutamakan kedisiplinan melaksanakan aktivitas sesuai protokol kesehatan. Yakni memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan physical distancing atau jaga jarak.

MUI Kabupaten Purworejo juga diminta membantu Pemkab Purworejo untuk ikut menyadarkan masyarakat akan pentingnya displin. Dengan bersama-sama menerapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan baik, diharapkan akan dapat menekan penularan virus corona.

Sementara itu KH Machin Sadzali yang meneruskan kepemimpinan almarhum KH Abdullah Sarkowi menjelaskan, Musda MUI dipercepat karena berbagai pertimbangan. 

H Agus Bastian

“Masa bakti seharusnya berakhir pada April 2021. Namun atas pertimbangan dan masukan dari pengurus MUI dan izin MUI Jateng, akhirnya Musda dipercepat,” ungkapnya.

Menurut Machin Sadzali, kurang berjalannya organisasi MUI sepeninggal KH Abdullah Sarkowi serta adanya pandemi Covid-19 menjadi pertimbangan Musda dipercepat. 

Musda dihadiri Kepala Kemenag Purworejo Drs H Bambang Sucipto, M.PdI, KH Achmad Chalwani Nawawi, KH R Abdul Hakim Chamid, Ketua FKUB KH Djunaedi Djazuli, pimpinan ormas islam dan pengurus MUI se Kabupaten Purworejo. (Nas)

Tinggalkan Balasan