Ketua Pepadi: Jaran Kepang Sudah Diizinkan Pentas, Kapan Wayang Kulit?

PURWOREJO, Ketua Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Kabupaten Purworejo, Mukidal menyampaikan, pihaknya ingin mengetahui kepastian kapan para seniman bisa mulai kembali beraktifitas. Sejak memasuki pandemi covid-19, para seniman praktis tidak bisa bekerja karena ada larangan menggelar pentas-pentas kesenian.

“Tapi di beberapa desa saat ini sudah mulai ada kegiatan seperti jaran kepang, dan organ tunggal. Bagaimana dengan pentas wayang? La kami masih menahan diri karena belum mengetahui aturan yang sesungguhnya” kata Mukidal saat bersama pengurus Pepadi menemui Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, AP, Rabu (24/6).

Menanggapi hal tersebut, Agung menjelaskan mengenai aturan boleh tidaknya pentas masih terkendala oleh Maklumat Kapolri yang belum dicabut yakni pada pasal 2 tentang larangan mengadakan kegiatan yang mengundang kerumunan. 

Selain itu juga ada pasal di Perbup yang menyebutkan setiap orang dan organisasi tidak diperbolehkan mengadakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, termasuk pertunjukan seni budaya.

Kedua aturan itu, menurut Agung, yang menjadi kendala sekaligus pedoman bagi para pekerja seni terutama para dalang untuk tidak mengadakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

Kepala Dinparbud Agung Wibowo

Namun demikian, Dinparbud telah membuat surat tentang SOP bagi pelaku seni untuk kegiatan latihan. SOP tersebut, menurut  Agung, mengatur tentang ketentuan bagi pelaku seni termasuk penonton. 

“Ya itung-itung sebagai sarana warming up sebelum benar-benar pentas setelah beberapa bulan vakum,” imbuhnya.

Tentang aturan pertunjukan wayang, Agung menjelaskan, sekalipun para pekerja seni dapat mematuhi aturan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak, tapi yang menjadi sulit adalah mengatur penonton. 

“Jangan sampai nanti muncul klaster positif baru dari sektor seni atau pariwisata,” imbuh Agung.

Namun demikian Agung mempersilakan bila memang akan mengadakan pertunjukkan, untuk meminta izin kepada Polsek dan Polres terlebih dahulu. Bila mereka oke, ujar Agung, maka pihaknya harus mengetahui kesiapan untuk pelaksanaannya yakni memenuhi syarat atau tidak. (Dia)

Tinggalkan Balasan