Kerjasama SMK Nurussalaf dan SMP Nurul Muttaqin Bagi 1.000 Masker di Pasar Kemiri

KEMIRI, Kesadaran masyarakat untuk memakai masker di wilayah Kecamatan Kemiri dirasa masih rendah. Hal itu terbukti, saat pembagian masker yang dilakukan tim gabungan SMK Nurussalaf (NS) dan SMP Nurul Muttaqin (NM) Kemiri, Sabtu (24/10).

Sebanyak 1.000 masker yang dibagikan oleh tim dan juga dibantu oleh Forkopincam, dalam waktu tak kurang dari satu jam habis terbagi. Kepala SMK Nurussalaf Kemiri, Choiril Adlan, M.Pd.I mengatakan, acara pembagian masker dilakukan mulai pukul 07.00 hingga 07.40. Guru dan perwakilan OSIS dikerahkan untuk kegiatan tersebut.

Disebutkan Choiril, lokasi pembagian masker yakni di jalan menuju akses pasar Kemiri dan di area Pasar Kemiri. “Camat Kemiri, Nurul Huda juga turut membagi masker dan mengedukasi masyarakat Kemiri yang tidak pakai masker. Jajaran kepolisian dan TNI juga turut serta,” ucapnya.

Disebutkan Choiril, acara bakti sosial yang dilakukan SMK NS dan SMP NM bekerjasama dengan Forkopincam Kemiri itu adalah dalam rangka peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober lalu. Menurutnya, baksos kali ini melengkapi kegiatan yang telah dilakukan SMK NS sebelumnya, terutama sejak pandemi Covid-19 melanda.

Tim gabungan bagi-bagi masker di Pasar Kemiri

“Sebelumnya kami telah membagikan APD berupa hazmat dan handsanitizer di beberapa puskesmas serta pembagian sembako bagi warga terdampak Covid-19. Hari ini kegiatan baksos kami lengkapi dengan pembagian 1.000 masker,” katanya. Semua dana tersebut, lanjutnya, murni dari sekolah yang memiliki lima program keahlian itu.

Choiril mengungkapkan, pembagian masker dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. “Terkait Covid -19, masyarakat harus menyadari bahwa virus itu ada dan nyata. Untuk itu agar tidak menular ke orang lain sebaiknya kita saling menjaga,” tegasnya.

Choiril yang didampingi oleh Waka Kurikukum SMP NM Lutfiyatun, S.Pd berharap agar pembagian masker itu dapat bermanfaat terutama bagi masyarakat.

Ia juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar semua dapat menjalani kegiatan seperti sedia kala, terutama dalam hal proses belajar mengajar. Hal itu menurutnya, karena tidak semua bisa digantikan dengan sistem pembelajaran secara online.

“Terlebih SMK yang memerlukan pembelajaran secara praktik,” pungkasnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan