Kenalan di Grup Jodoh, Siswi Kelas 7 SMP Dibawa Kabur Pria Sleman

PURWOREJO, Bas (39) warga Dusun Dayakan Sanggrahan, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, tidak bisa berkutik saat diamankan Satuan Reskrim Polres Purworejo di rumahnya, Senin (4/3).

Bas yang sudah menduda selama 5 tahun itu diamankan karena diduga nekad membawa kabur dan menyetubuhi Melati (13, bukan nama sebenarnya) warga Kecamatan Ngombol. Korban adalah siswa kelas 7 sebuah SMP di Purworejo.

“Saat ditangkap tersangka tidak melawan dan mengakui perbuatannya,” kata Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Haryo Seto Listiawan, SH, M.Krim dalam pres rilis di Mapolres Purworejo, Kamis (14/3).

Dijelaskan, antara tersangka dan korban berkenalan melalui aplikasi Kepo (aplikasi mencari jodoh). Selanjutnya hubungan keduanya sering chatting dan semakin akrab layaknya pasangan kekasih.

Hingga akhirnya pada hari Sabtu (9/2) sekitar pukul 11.30 WIB tersangka menjemput korban di sekolahnya kemudian diajak ke rumah tersangka di Dusun Dayakan Sanggrahan, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

Sesampai di rumah, tersangka kemudian menyetubuhi korban dengan bujuk rayu dijanjikan akan dinikahi. Untuk membuktikan janjinya pada hari Senin (11/3) tersangka menikahi siri korban dengan disaksikan keluarga tersangka.

Selama 24 hari di rumah tersangka, korban sudah disetubuhi berulangkali masih dengan janji akan dinikahi secara resmi.

Menurut Kasat Reskrim, sebelumnya keluarga korban sempat dikabarkan hilang dan pihak keluarga sudah berupaya mencarinya namun tidak ketemu kemudian melapor ke polisi.

“Dari hasil penyelidikan akhirnya diketahui ternyata korban dibawa kabur oleh tersangka ke Sleman dan pada hari Senin 4 Maret 2019 tersangka kami amankan dan dibawa ke Mapolres Purworejo,”ucap Kasat Reskrim.

Diterangkan, tersangka akan disangkakan telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Barang bukti yang diamankan, dua buah handphone, satu hem warna abu-abu, satu buah kaos dalam warna biru, satu buah celana dalam warna pink, satu buah celana panjang warna hitam, satu buah kerudung warna coklat, satu buah baju seragam pramuka, dan satu buah rok panjang seragam Pramuka. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *