Keberadaan Anak Jalanan Bikin Resah, Masyarakat Harus Waspada

BAYAN, Keberadaan anak jalanan yang sering muncul di sejumlah lampu trafic light di Kabupaten Purworejo mulai dirasakan dampak negatifnya hingga meresahkan masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan pengendara ketika berhenti lampu merah, juga menjadikan pengaruh tidak baik bagi para remaja.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial Kependudukan Keluarga Berencana dan PPPA Kabupaten Purworejo, Kenik Mujianingsih, SH MM pada kegiatan Sosialisasi Pusat Pembinaan Keluarga (Puspaga) yang digelar di sekolah TK Negeri Pembina Bayan, Selasa (17/4).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini tersebut diselenggarakan TP PKK RW 3 Perumahan Korpri Sucenjurutengah Bayan. Hadir Tim Puspaga Kabupaten Purworejo Fera Arisatyo Dimyati, S.Psi, MPsi dan Dwi Susi Herawati, S.Psi.

Lebih lanjut Kenik mengatakan, dampak negatif dari keberadaan anak jalanan harus diwaspadai. Jangan sampai anak-anak di lingkungan kita terseret dalam arus negatif dari keberadaan anak jalanan.

“Jika pendidikan karakter diterapkan sejak dini, tentu anak tidak akan mudah terjebak dalam lingkungan negatif yang akan merugikan masa depan sang anak. Termasuk dibekali pendidikan agama yang kuat, sehingga dengan iman yang baik, anak akan bisa membedakan perbuatan yang baik dan tidak baik,” tutur Kenik.

Menurutnya, mendidik anak zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Anak sekarang seharusnya tidak lagi banyak diperintah, melainkan diberikan contoh.

Sementara itu Ketua TP PKK RW 3 Perum Korpri Sucen Ny Pong Komari mengatakan, kegiatan ini bertujuan selain untuk memperingati Pahlawan Nasional RA Kartini yang ke 139, juga peran kita sebagai perempuan untuk turut andil dalam pembangunan sumberdaya manusia.

“Disamping itu juga pentingnya memperhatikan Lansia, karena setiap orang tidak bisa menghindar dari usia tua, pasti akan mengalami Lanjut Usia. Bagaimana ketika menjelang Lansia dan bagaimana memperlakukan Lansia, agar bisa menjadi Lansia yang bahagia. Untuk itu keberadaan Puspaga sangat penting, dan warga perumahan yang mengalami persoalan-persoalan keluarga, dapat memanfaatkan Puspaga dengan erkonsultasi dan sebagainya,” harap Ny Komari. (Nas)

Tinggalkan Balasan