Kabupaten Pekalongan Belajar Rumah Data di Kampung KB Candisari

BANYUURIP, Kampung KB Kencana Sari Desa Candi Sari, Kecamatan Banyuurip, mendapat kunjungan study banding dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Pekalongan, Rabu (24/7). Rombongan berjumlah 40 orang tersebut untuk mengetahui tentang kelompok kegiatan dan rumah data.

Kasi KIE Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdukkbpppa) Kabupaten Purworejo, Made Sri Wardani, A.Md menjelaskan, rumah data ini memang menjadi unggulan Kampung KB Kencana Sari, karena di rumah data tersebut menyimpan seluruh data kegiatan lintas OPD dan kegiatan lintas sektor yang sudah berperan dalam Kampung KB.

“Sampai saat ini sudah ada 25 OPD termasuk swasta yang ikut berperan dalam Kampung KB Kencana Sari,” kata Made Sri Wardani.

Lanjut Made, peranserta OPD dalam Kampung KB Kencana Sari tidak terbatas hanya sekedar memenuhi undangan saja, melainkan juga memberi sosialisasi, pelatihan, serta bantuan fisik dan non fisik.

Bantuan paling besar dari DPPKP (Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan), mulai dari ternak, ikan, bibit tanaman dan modal dalam bentuk UEP (Usaha Ekonomi Produktif).

“Sampai saat ini untuk bantuan modal UEP sudah mencapai Rp 100 juta,”ujar Made.

Selain studi tentang rumah data, rombongan juga akan menyoroti Kelompok Kegiatan yang meliputi tri bina, yaitu bina balita, bina remaja dan bina lansia. Juga tentang ekonomi produktif atau UPPKS, Kelompok Wanita Tani (KWT), Gapoktan, Penggerakan KB dan Capaian (Sebelum dan sesudah Desa Candi Sari menjadi Kampung KB).

Menurut Made, Kampung KB Kencana Sari memang layak menjadi rujukan karena belum lama ini berhasil menjadi juara II tingkat provinsi dan akan dipersiapkan untuk maju ke tingkat nasional.

“Kampung KB Kencana Sari sedang kita persiapkan maju ke tingkat nasional dan akan bersaing dengan Kampung KB Kabupaten Cilacap yang menjadi juara I tingkat provinsi,”imbuh Made.

Dalam sambutannya Kepala Dinsosdukkbpppa Kabupaten Purworejo, dr Kuswantoro, M.Kes yang dibacakan Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera Sri Wulandari mengatakan, Kampung KB di Desa Candisari yang dicanangkan pada tahun 2017 telah membawa perubahan yang cukup signifikan yang dapat membawa masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik.

Kerukunan dan kekompakan dari
warga dan seluruh perangkat desa, dari Kepala Desa, Kader, berkat semangat masyarakat desa ini serta perjuangan yang gigih dari petugas penyuluh KB (PKB) dan tentunya komitmen dari Pemerintah Daerah melalui peran aktif lintas OPD dengan memberikan bantuan melaui pelatihan-pelatihan penyuluhan serta bantuan sarana prasarana.

“Dan melalui wadah Kampung KB,
program Pembangunan Keluarga serta program pembangunan lainnya dapat berjalan secara terpadu dan bersamaan,”papar Sri Wulandari.

Sementara Kabid PPKB Dinas PMD P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan, Cicih Eko Armawati, SPT yang mewakili rombongan menuturkan, dipilihnya Kampung KB di Kabupaten Purworejo sebagai rujukan study banding karena pada tahun 2015 salah satu Kampung KB di Purworejo pernah menjadi juara I tingkat provinsi dan pada tahun 2019 menjadi juara II.

“Kami menilai Bupati Purworejo sangat respon dan sangat mendukung Kampung KB dengan cara menggerakkan semua lintas sektor terlibat dalam kegiatan dan bantuan anggaran untuk Kampung KB”tutur Cicih.

Cicih berharap setelah kunjungan ini sejumlah kepala desa yang ikut dalam rombongan bisa menerapkan ilmu yang diperoleh untuk pengelolaan Kampung KB didaerahnya menjadi lebih baik lagi.

“Ada dua kepala desa yang ikut kunjungan ini dan mereka siap belajar untuk perubahan,”tandas Cicih. (W5)

Tinggalkan Balasan