Jubir Satgas: Penyebaran Covid-19 di Purworejo Masih Terkendali

PURWOREJO, Meski hampir setiap hari jumlah warga Purworejo yang terpapar Covod-19 mengalami peningkatan, tapi ternyata kondisi Purworejo masih jauh lebih baik dibanding dengan 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah. Bahkan recovery rate (tingkat pemulihan) Purworejo per Senin (16/11) masih yang tertinggi se-Jawa Tengah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo dr. Tolkha Amaruddin Sp.THT, KL saat dihubungi melalui saluran telepon, Kamis (19/11) menjelaskan, dengan penambahan yang berjumlah belasan hingga puluhan setiap hari, kondisi itu masih wajar dibanding Kabupaten Kebumen yang penambahannya pernah mencapai ratusan orang dalam sehari.

Selain itu, dibanding dengan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Magelang yang berada di zona merah, Purworejo saat ini masih berada di zona oranye.

“Dilihat dari indeks skor, sampai hari ini tidak satupun wilayah di Jawa Tengah yang berada di zona kuning. Semuanya oranye atau merah,” tandas dr Tolkha.

Dr Tolkha menyebut, ada berbagai indikasi recovery rate Purworejo masih yang tertinggi. “Tingkat kesembuhan kita (Purworejo) terbaik serta tingkat kematian nomor sembilan dari bawah. Selain itu juga kondisi penyebaran Covid-19 Purworejo masih terkendali,” beber dr Tolkha.

Terkait dengan tingkat okupansi ruang rawat pasien Covid-19 di RSUD Dr Tjitrowardojo, Tolkha menyebut, kapasitas bangsal untuk pasien rawat Covid-19 di paviliun Bima ada 52 tempat tidur. Bila jumlah yang dirawat terus mengalami peningkatan maka satu ruang akan diisi dua pasien.

“Sampai hari ini yang dirawat hanya empat orang, dibanding kemarin sebanyak sembilan orang. Dengan kata lain, dalam sehari ada lima orang yang telah dinyatakan sembuh. Ini merupakan salah satu indikasi tingginya tingkat kesembuhan pasien,” ujarnya.

Ia menghimbau agar masyarakat tetap berpegang teguh pada prokes dan tidak terlena dengan kondisi yang kadang dirasa aman. “Tetap terapkan prokes dimanapun,” pesannya. (Dia)

Tinggalkan Balasan