Jembatan Gantung Bantuan Warga Swiss di Sidomulyo Diresmikan

PURWOREJO, Jembatan gantung Al-Makmur di Dusun Ngemplak Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, diresmikan penggunaannya oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, Rabu (21/3).

Pembangunan jembatan gantung sepanjang 68 meter lebar 1,5 meter tersebut menelan biaya sekitar Rp 1,6 miliar bantuan Mr Toni Ruttiman dari Swiss dan dana desa serta swadaya masyarakat.

“Bantuan dari Mr Ruttiman Rp 1,3 miliar, dari dana desa Rp 50 juta dan swadaya masyarakat Rp 250 juta, ” kata Kepala Desa Sidomulyo, Setiyono Hadi.

Disebutkan, perakitan jembatan dimulai bulan Desember 2017 dan selesai pada Maret 2018. Jembatan gantung menghubungkan Dusun Ngemplak Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo, dengan Dusun Watubelah Desa Trirejo, Kecamatan Loano.

Sebelum ada jembatan gantung, oleh warga pernah akan dibangun dengan dana swadaya, namun karena terjadi bencana banjir pada tahun 1996 yang mengakibatkan sebagian bangunan pondasi rusak maka pembangunan dihentikan.

Sebelum ada jembatan gantung, warga yang hendak ke kota maupun ke Desa Trirejo harus memutar sejauh sekitar 7 km, namun dengan adanya jembatan itu kini hanya cukup ditempuh sekitar 2-3 km.

Dengan adanya jembatan gantung tersebut akses warga lebih mudah dan cepat, baik menuju Pasar Baledono maupun ke RS Islam di Loano. “Saya berharap adanya jembatan gantung ini mampu meningkatkan perekonomian warga, “kata Setiyono Hadi.

Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, masyarakat Kabupaten Purworejo patut bersyukur dan berterimakasih kepada Mr Toni Ruttiman dari Swiss, karena kepedulian dan bantuannya telah bersinergi dengan masyarakat di sejumlah desa antara lain Desa Borowetan, Bubutan, Tangkisan, Pekutan, Pucangagung dan Sawangan, dan Sidomulyo dalam mewujudkan pembangunan jembatan gantung.

“Keberadaan jembatan ini tentunya sangat penting dan strategis untuk membuka akses pendidikan, ekonomi dan sosial, “kata bupati.

Diungkapkan bupati, jembatan merupakan faktor penunjang pengembangan suatu wilayah. Sebagai bagian dari sistem transportasi, jembatan tidak hanya mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan.

Tetapi juga merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum.

Tuntutan pembangunan infrastruktur yang diajukan masyarakat kepada pemerintah daerah, semakin hari semakin menunjukkan peningkatan, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan dinamika sosial ekonomi masyarakat. Di sisi lain, kondisi keuangan negara seringkali tidak memungkinkan bagi pemerintah untuk merealisasikan semua permohonan tersebut, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Lanjut bupati, satu hal yang perlu menjadi perhatian dari pembangunan infrastruktur adalah bagaimana kita bisa merawat dan memelihara fasilitas-fasiltas yang sudah dibangun. Karena terkadang kita bisa membangun tetapi lupa untuk merawatnya, sehingga mudah rusak sebelum waktunya.

“Namun saya yakin, jembatan ini telah memenuhi standar kualitas yang memadai, karena disponsori oleh Mr Toni Ruttiman – seorang pembangun jembatan yang telah membangun jembatan di berbagai daerah di Indonesia bahkan di seantero dunia. Sehingga dengan pemeliharaan yang baik, diharapkan akan mampu bertahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat, “ucap bupati.

Menurut Yoga Trianto Rudito, fasilisator jembatan gantung Jawa Tengah, Jembatan gantung Al-Makmur yang berada di area Pondok Pesantren Imam Puro tersebut merupakan yang ke 10 di Purworejo.

“Untuk di Jawa Tengah jembatan gantung yang sudah dibangun sebanyak 19, dan total di Indonesia sudah dibangun 78 jembatan gantung, “jelasnya. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *