Jelang Pemilu Warga Diminta Jaga Situasi Tetap Dingin

KUTOARJO, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH mengingatkan, semua elemen masyarakat harus bisa saling menjaga, agar menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak yang tinggal 7 hari situasi tetap dingin. Jadilah kita sebagai bagian dari masyarakat yang bermartabat dalam Pemilu 2019 ini.
Peringatan tersebut disampaikan Yuli Hastuti pada pembukaan sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mendukung penurunan prevalensi stunting yang berlangsung di halaman Kecamatan Kutoarjo pada Rabu (10/4) malam.

Sosialisasi yang dirangkai dengan pagelaran wayang kulit itu, juga dihadiri Kepala Dinas Kominfo Purworejo Drs Sigit Budi Mulyanto, MM, Kepala Dinkes dr Sudarmi, MM, Kepala Dinpermasdes Agus Ari Setiyadi, S.Sos, Camat Kutoarjo Sumarjana, S.Sos.
Lebih jauh Yuli Hastuti mengatakan, Pemilu harus disambut dengan senang karena merupakan pesta demokrasi. Maka kita harus berperan serta ikut menentukan pemimpin negara ini dan anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten kota, dan DPD.

“Pemimpin-pemimpin itulah yang akan melaksanakan kebijakan pembangunan untuk sampai tingkat terbawah. Sehingga saatnya kita menjadi bagian penting dalam menentukan wakil kita, untuk mensukseskan Pemilu,” tuturnya.
Terkait sosialisasi PKH yang diselenggarakan Kementerian Kominfo, Yuli Hastuti mengapresiasi dan berharap dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai stunting. Dikatakan PKH merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan yang dikembangkan oleh pemerintah untuk membantu rumah tangga sangat miskin mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Tujuan utama dari PKH, untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin.

Menurut Yuli hastuti, salah satu program yang dapat disinergikan dengan PKH yakni upaya penurunan prevalensi stunting atau pertumbuhan fisik yang tidak sempurna pada balita-balita di Indonesia akibat faktor kemiskinan dan kurangnya gizi yang memadai sejak di dalam kandungan. Penurunan prevalensi stunting menjadi perhatian pemerintah, karena kondisi ini berpengaruh besar bagi masa depan bangsa ini, mengingat anak-anak adalah asset utama kemajuan serta daya saing bangsa.

Secara terpisah Camat Kutoarjo Sumarjana, S.Sos mengatakan, penentuan tempat di Kecamatan Kutoarjo sudah merupakan penunjukan dari Kemenertian Kominfo. Sedangkan narasumber dalam sosialisasi ini dari Dinkes dan Dinsosdukbpp.
Sosialisasi juga melibatkan peserta dari bidan, Kades Kalur, kader posyandu, tokoh masyarakat dan PKH. Untuk pegealaran wayangnya mengangkat Lakon Jagal Abilawa yang dibawakan dalang Warseno Slank dari Surakarta. (*)

Tinggalkan Balasan