Tiga Pelaku Tindak Kekerasan di SMP Muhammadiyah Butuh Jadi Tersangka

PURWOREJO, Kasus bullying yang menimpa salah satu siswi SMP Muhammadiyah Butuh telah menyita perhatian masyarakat. Kasus yang menjadi viral itu kini ditangani Polres Purworejo yang telah menetapkan tiga tersangka pelaku tindak kekerasan itu.

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito dalam rilisnya yang disampaikan kepada awak media, Kamis (13/2) mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada delapan orang; tiga diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan lima lainnya sebagai saksi. Ketiga tersangka itu sebut saja X (siswa kelas 8), Y, Z (siswa kelas 9) di sekolah tersebut.

Kejadian bermula saat korban, sebut saja Bunga (16) siswi SMP Muhammadiyah Butuh sedang mengerjakan tugas di kelas bersama X. Tak lama, Y dan Z yang merupakan kakak kelas korban, menghampiri korban dan meminta uang sebanyak Rp 2.000.

Namun korban menolak. Akibatnya Z langsung memukul kepala korban menggunakan tangan kosong, kemudian menendang dan memukul pinggang dan kepala korban menggunakan gagang sapu.

Tersangka lain yakni Y juga ikut menendang dan memukul korban menggunakan gagang sapu yang lain. Tidak hanya itu, X juga ikut menganiaya korban dengan dengan cara menendangnya.

Y meminta seorang teman merekam kejadian penganiayaan tersebut menggunakan handphone. Y lalu mengambil paksa uang Rp 4.000 milik korban. Ia juga mengancam korban jangan sampai melaporkan peristiwa itu kepada siapapun.

Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat pasal 80 UU nomor 16 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana berupa penjara paling lama tiga tahun enam bulan dengan denda maksimal Rp 72 juta.

Dalam gelar perkara, Polres menghadirkan barang bukti berupa pakaian tersangka, pakaian korban, baju, celana, rok, sepatu, sandal, dua buah sapu, serta HP yang digunakan untuk merekam kejadian.

Menurut Kapolres, mengingat tersangka masih di bawah umur, mereka akan didampingi Dinas Sosial dan pengacara yang akan mengawal kasus tersebut.

Atas kejadian itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar berhenti menyebarluaskan video yang sudah terlanjur viral.

“Hal itu untuk menghentikan tindak kekerasan yang tidak mendidik serta agar tidak menimbulkan efek psikologis yang berkepanjangan terhadap korban,” pungkas Kapolres. (Dia)

Tinggalkan Balasan