Istri Jadi TKW di Hongkong, Anak Gadisnya Jadi Pelampiasan Napsu Setan

PURWOREJO, Dengan alasan ditinggal istrinya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong, Al (59) warga RT 001 RW 018 Kampung Tegalmalang, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, tega menyetubuhi anak gadisnya sendiri yang masih berusia 14 tahun. Perbuatan bejad tersangka dilakukan selama bertahun-tahun sejak tahun 2013 hingga Januari 2019.

“Perbuatan tersangka dilakukan selama 6 tahun saat anaknya duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD) hingga kini kelas VIII SMP,”kata AKP Haryo Seto saat press rilis di Mapolres Purworejo, Kamis (4/4).

Dijelaskan, perbuatan mesum tersebut dilakukan tersangka hampir dilakukan setiap hari pada malam hari saat semua orang di rumah sudah tidur.

“Jika keinginannya tidak dipenuhi tersangka ngamuk dan merusak barang-barang di rumah. Tersangka juga mengancam akan membunuh kedua adik korban,”papar Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, sebelum melakukan persetubuhan terlebih dulu tersangka mengkonsumsi obat perangsang. Sementara untuk melancarkan datang bulan korban disuruh menelan pil pelancar haid.

Terungkapnya perbuatan bejad tersangka, kata Kasat Reskrim, berawal pada Minggu (24/3) korban banyak kegiatan di sekolah hingga pulang terlambat.

Karena hal itu tersangka kemudian mengamuk dan merusak barang di rumah. Melihat tingkah laku itu kakak dan bude korban merasa curiga.

Setelah korban pulang kemudian budenya menanyakan keanehan sikap bapaknya yang tidak wajar itu. Kepada kakak dan budenya kemudian korban bercerita jika sudah 6 tahun diminta melayani nafsu bejad bapaknya.

Mendengar penuturan korban, budenya kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Purworejo. Dan pada Senin (25/3) sekitar pukul 15.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap tersangka.
“Dari pengakuan tersangka, perbuatan tidak senonoh tersebut terakhir kali dilakukan pada tanggal 19 Januari 2019,”tuturnya.

Diterangkan, atas perbuatannya tersangka akan disangkakan pasal 81 (2) UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (W5)

Tinggalkan Balasan