Ir Yuni Astuti MA: Untuk Atasi Banjir dan Longsor, Purworejo Perlu Benahi Tata Ruang

PURWOREJO, Perlunya pembenahan tata ruang untuk menyelamatkan banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo menjadi salah satu perhatian Ir Yuni Astuti, MA selama 37 hari menjadi Pjs Bupati Purworejo. Menurutnya tata ruang yang buruk menjadi salah satu sebab banjir dan longsor tiap tahun terjadi di Purworejo.

Hal itu disampaikan Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA saat menerima tim wartawan Purworejonews di ruang kerjanya, Jumat (6/11).

Didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Purworejo Rita Purnama, SSTP, MM, Pjs Bupati mengungkapkan, selama berada di Purworejo dirinya menemukan sedikitnya empat hal yang perlu mendapat perhatian di kabupaten yang memiliki 16 kecamatan itu.


“Untuk mengatasi masalah tata ruang ini diperlukan strategi jangka menengah. Saya berharap ke depan siapapun bupati yang terpilih bisa concern melakukan pembenahan,” ucapnya.

Yuni Astuti, malaria harus tereliminasi di Purworejo

Selain tata ruang, yang tak luput dari temuan Pjs Bupati adalah masalah kesehatan, utamanya kasus malaria. Menurutnya, di tingkat Jawa Tengah, kasus malaria di Purworejo dan Banjarnegara belum tereleminasi.

“Indikasi tereliminasi apabila dalam tiga tahun berturut-turut tidak ada kasus indigeneus atau penularan malaria setempat dalam satu wilayah tertentu.”

Caranya, menurut Master lulusan Nagoya University Jepang itu adalah dengan memaksimalkan fungsi Dinkes agar memantau surveilans untuk mencegah penularan.

Temuan lain, papar Yuni Astuti, adalah sektor pariwisata. Disebutkan, Purworejo sangat berpotensi di bidang parisiwata dalam basis apapun. Keberadaan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) dan Badan Otorita Borobudur (BOB) berpengaruh terhadap sektor pariwisata di Purworejo.

Yuni menyarankan, saat pandemi sekarang ini sebaiknya digunakan dinas terkait untuk membenahi pariwisata. “Khususnya pariwisata berbasis alam yang dibutuhkan masyarakat untuk melakukan pesiar di masa pandemi,” ucapnya.

Yuni Astuti, masyarakat Purworejo familiar dan kompromis

Terakhir, yang menjadi temuan untuk dibenahi yakni sumber daya manusia (SDM). Yuni Astuti menyebut, 53% ASN di Purworejo mengalami aging population atau berada di atas 50 tahun. Hal ini membutuhkan regenerasi untuk mengambil alih ke tingkat yang lebih tinggi.

Yuni memberikan solusi, yakni melalui upgrading. Selain itu menurutnya, seluruh ASN harus mampu mengunakan teknologi informasi sebagai tool (alat);untuk menjalankan tupoksinya.

Saat ditanya kendala yang ditemui selama bertugas, dengan cepat Yuni menjawab, dirinya tidak menemukan kendala yang berarti. Itu karena dirinya merasa mendapat support dari semua pihak.

Yuni pun menilai, bersama Sekda Said Romadhon, sudah terbentuk tim yang solid. Pjs Bupati pun menilai masyarakat Purworejo sangat kompromis dan mau diajak maju.

“Saya pribadi merasa nyaman dan betah di Purworejo karena suasana yang tenang serta masyarakatnya kompromis,” pungkasnya. (Dia/Nas)

Tinggalkan Balasan