Intensitas Hujan Tinggi Diperkirakan Terjadi Desember, Bupati Imbau Warga Waspadai Bencana

PURWOREJO, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Drs Sutrisno, M.Si mengungkapkan, BPBD telah menerima informasi bahwa pada minggu kedua bulan November diperkirakan sudah hujan. Namun, informasi kedua dari BMKG menyebutkan bahwa musim penghujan mundur dan hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan baru akan terjadi pada minggu kedua Desember.

“Yang jadi catatan, karena hujan tidak datang-datang, yang ditakutkan adalah ketika datang hujan sangat deras sehingga (dapat) mengakibatkan bencana seperti longsor dan banjir. Karena itu masyarakat harus siap. Siaga, tetapi tetap jangan cemas atau khawatir,” kata Sutrisno dalam rapat koordinasi (rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan Tahun 2019-2020 di pendopo kabupaten, Rabu (4/12).

Dikatakan Sutrisno, bentuk kesiapsiagaan yang dapat dilakukan masyarakat antara lain dengan mengetahui potensi kerawanan bencana di sekitar tempat tinggalnya. Kemudian bagaimana cara mengantisipasi dan menyelematkan diri seandainya bencana benar-benar terjadi.

Sementara itu dalam arahannya, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM minta masyarakat untuk siaga menghadapi potensi bencana, terutama menghadapi musim penghujan yang dimungkinkan akan terjadi pada Desember ini atau Januari mendatang.

“Kabupaten Purworejo yang termasuk berpotensi bencana, maka dibutuhkan pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar bupati.

Lebih jauh Bupati mengatakan, Pemkab Purworejo tiap tahun berupaya melakukan antisipasi datangnya musim hujan. Disamping bantuan perahu fiber, juga kesiapan sumberdaya manusia, anggaran, peralatan dan logistik.

Demikian juga penanganan paska bencana dalam kurun waktu sekitar 3 tahun ini, dilakukan pembangunan infrastruktur yang rusak karena bencana. Diantaranya rekonstruksi jembatan di lereng Desa Awu-awu, Kecamatan Ngombol dan rekonstruksi talud jalan di Desa Durensari, Kecamatan Bagelen. Sedangkan perbaikan rumah rusak sejumlah 54 unit yang tersebar di 21 desa di 10 kecamatan.

Terkait bencana kekeringan tahun ini Pemerintah Kabupaten Purworejo telah mendistribusikan 3.200 tangki atau 16 juta liter air bersih yang disalurkan ke 68 desa/ kelurahan.
Bahkan Pemkab memperpanjang kebijakan penanganan keadaan darurat kekeringan dengan menambah alokasi anggaran untuk bantuan air bersih, mengingat musim hujan belum merata.
“Upaya ini semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat. Kita semua harus ikhtiar, untuk keselamatan masyarakat. Diharapkan masyarakat tetap tenang, tidak panik tapi tetap waspada,” ujarnya.

Rakor diikuti sekitar 500 peserta dari unsur perangkat desa, Polsek, Koramil, dan perwakilan komunitas relawan se-Kabupaten Purworejo. Dalam rakor itu Bupati menyerahkan bantuan tiga unit perahu fiber kepada tiga kecamatan yang merupakan daerah rawan bencana banjir,

yakni Purwodadi, Bagelen dan Butuh. (H)

Tinggalkan Balasan