Hadapi Musim Hujan, BPBD Gelar Rakor dengan Aparat Kecamatan dan Relawan

PURWOREJO, Menghadapi datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama unsur terkait di aula kantor setempat, Rabu (7/10). Rakor dihadiri jajaran Kecamatan, Polsek, Koramil, serta relawan.

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Drs Sutrisno, M.Si saat ditemui menjelaskan, rakor diadakan untuk membahas dan memetakan kesiagaan masing-masing wilayah dalam menghadapi musim hujan yang sudah di depan mata. 

“Dalam masa pandemi yang masih berlangsung seperti saat ini, materi pembahasan juga mencakup kesiapan penambahan lokasi pengungsian bila terjadi banjir agar dapat menerapkan protokol kesehatan (prokes),” ujarnya. 

Hal itu dilakukan untuk menghindari klaster baru di tempat pengungsian akibat tidak mematuhi prokes. Selain itu juga dibahas tentang kesiapan alat komunikasi (alkom), termasuk kendaraan operasional yang akan digunakan.

Dengan adanya rakor itu, lanjut Sutrisno, diharapkan setiap pimpinan wilayah dapat memetakan potensi bahaya yang ada di wilayahnya serta dapat melakukan langkah antisipasi. Termasuk pada daerah yang sudah menjadi langganan banjir.

Sutrisno menyebut, ada beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo yang sudah menjadi langganan banjir. Seperti di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Desa Kebonsari, Karangsari, dan Sukoharjo di Kecamatan Purwodadi. Hal itu disebabkan akibat meluapnya Sungai Bogowonto.

Sutrisno, tanggulangi bencana dengan protokol kesehatan

Selain itu juga Desa Trimulyo, Bendungan, dan Rowodadi di Kecamatan Grabag yang jadi langganan luapan Kali Lereng. Sedang Desa Wironatan di Kecamatan Butuh merupakan daerah langganan banjir akibat luapan sungai Gebang Besar.

Sutrisno menjelaskan, untuk antisipasi, pihaknya telah memasang Early Warning System (EWS) di Bendung Boro. “Bila sudah melewati batas tertentu, maka kami segera mengungsikan warga,” tuturnya. 

Selain banjir, pihak BPBD juga melakukan antisipasi longsor pada dua kecamatan rawan longsor yakni Kecamatan Bener dan Gebang. Sosialisasi dilakukan di Desa Bedono, Medono, Mayungsari, Guntur, Legetan, dan Sukowuwuh di Kecamatan Bener.

Juga di Desa Tlogosono, Redin, dan Kalitengkek di Kecamatan Gebang. Materi sosialisasi berupa pemetaan dan penentuan tempat pengungsian.

Sutrisno menyebut, menurut perkiraan BMKG, puncak hujan akan terjadi pada bulan Januari mendatang. Dengan datangnya hujan maka potensi terjadinya banjir dan longsor akan semakin jelas dan harus diantisipasi.

Selain menyiapkan kendaraan operasional, ia mengatakan bahwa persediaan logistik berupa beras dan mi instan cukup. (Dia)

Tinggalkan Balasan