Gelaran Gendhing Setu Legi Hadirkan Dalang dan Sinden Perempuan Bule

PURWOREJO, Pertunjukan kesenian Jawa yang bertajuk Gendhing Setu Legi, yang rutin digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo, digelar lagi Sabtu (15/2) lalu. Tapi tampilan kali ini lebih istimewa karena dihadiri oleh tiga seniman perempuan, dua dari mancanegara yaitu dalang Sietske Rijpkena dari Belanda, dan sinden Laria Meloni dari Italia, serta dalang perempuan Purworejo, Dwi Puspitanningrum.

Pertunjukan bulanan itu juga dirangkaikan dengan Hari Jadi Ke-189 Kabupaten Purworejo. 

Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM hadir mengenakan pakaian tradisional surjan warna gelap dan jarik. Begitu juga Sekda Drs Said Romadhon dan pimpinan OPD lainnya. Sedang undangan perempuan mengenakan kebaya.

Gendhing Setu Legi diawali dengan persembahan tiga gendhing berturut-turut yaitu Ladrang Pariwisata Slendro 9, Ayak-ayak Slendro 9 dan Ladang Ela Ela Gandrung Pelog 6.

Dilanjutkan dengan persembahan dua tari beksan, yaitu Beksan Sekar Pudyastuti dan Beksan Sugriwo Subali.

Beksan Sekar Pudyastuti dibawakan dengan apik oleh empat penari Purworejo, yaitu Sentri Captian Ningsih, Alfons Nur Rohmah, Marenthine Husna Isnaeni dan Dyah Ayu Latifah.

Sedang Beksan Sugriwo Subali ditarikan dengan penuh dinamis oleh dua penari kawakan Purworejo, yaitu Wibi Supri Handoko dan Tatas Pradhika WC.

Tiga seniman perempuan, Sietske Rijpkena, Laria Meloni dan Dwi Puspitaningrum, didhapuk sebagai narasumber dalam sesi Wedhar Kawruh yang mengambil tema Tepang Wayang atau berkenalan dengan wayang.

Acara tersebut tergolong sukses karena dihadiri oleh banyak kalangan, baik para komunitas pecinta budaya Jawa, maupun dari masyarakat umum.

Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM menyatakan bangga karena Kabupaten Purworejo memiliki rasa kecintaan yang dalam terhadap kebudayaan daerahnya sendiri. 

Menurutnya bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu nguri-uri (melestarikan) kebudayaan. Diharapkan Purworejo ke depan akan berkembang semakin pesat dengan tetap memiliki kebudayaan Jawa yang melekat. (Nas)

Tinggalkan Balasan