Gelaran Budaya “Gending Setu Legi” Digelar Tanpa Penonton

PURWOREJO, Gending Setu Legi (GSL)  kembali digelar di pendopo kabupaten, Sabtu malam (17/10). Tetapi, kali ini pertunjukan budaya itu digelar secara nirtembayan alias tanpa penonton karena dalam suasana pandemi covid-19. Acara yang digelar rutin tiap hari pasaran Sabtu Legi itu dimulai pukul 20.00 hingga 21.30, dan disajikan secara streaming. 

Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho menjelaskan, GSL pertama kali digelar pada 2 November 2019.

“Akibat pandemi, kegiatan yang biasanya rutin diadakan setiap lima minggu sekali itu sempat terhenti pada bulan Maret dan April tahun 2020,” jelasnya.

Disebutkan, bulan Mei GSL kembali digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti yang digelar semalam. Jadi, pagelaran kali ini merupakan yang ketujuh diadakan pada tahun ini. 

Tari Topeng Sekartaji

Acara dibuka dengan Donga Slamet yang berisi harapan dan doa agar masyarakat Purworejo diberi keselamatan dan dapat  melalui masa sulit akibat pandemi covid-19. 

Berikutnya Tembang Jumengglung slendro 9-Srepeg slendro 9- Sampak slendro 9, Tari Topeng Sekartaji, dan Ladrang Gleyong pelog 6. GSL kali ini ditutup dengan sesi Wedhar Kawruh berupa edukasi tentang kerajinan bambu. 

Budayawan yang juga penggagas GSL Achmad Fajar Chalik menyatakan syukur acara GSL masih dapat terus diselenggarakan walaupun dalam konsep nirtembayan. 

“Meski digelar secara virtual, tapi atensi masyarakat untuk mengikuti pagelaran tetap tinggi. Ini salah satu bukti bahwa masyarakat Purworejo adalah masyarakat pecinta sekaligus pelestari seni budaya,” ucapnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan