Gara-gara Diusir Mertua, Sekeluarga 8 Bulan Tinggal di Kandang Kambing

KALIGESING, Kandang kambing terbuat dari kayu dan bambu berukuran 2 X 4 meter itu kondisinya sudah mulai merapuh. Terdapat beberapa lubang dan kayu yang copot serta bergeser dari tempatnya. Belum lagi ditambah bau kotoran kambing yang cukup menyengat hidung. Jika malam tiba, kandang kambing itu gelap.

Kandang kambing itu terletak di sebuah kebun di Dusun Sibentar RT 02 RW 03 Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing. Di dalam kandang yang pengap itulah Jumaryanto (40), istrinya, Siti Romlah (30) dan anaknya, Meta Septi Maharani (2,5), tinggal.

Keluarga kecil itu sudah 8 bulan hidup di tempat yang sangat tidak layak. Tetapi Jumartanto dan keluarganta tampak tidak menderita. Kondisi yang serba kekurangan, keterbatasan dan ketidaklayakan tersebut dianggap hal biasa saja.

Mereka terpaksa tinggal di kandang kambing karena tidak ada tempat lain yang bisa dijadikan tempat tinggal. Ketiganya harus rela berbagi tempat dengan seekor kambing yang sudah lebih dulu tinggal di tempat itu.

Ditemui di “rumahnya”, Jumaryanto didampingi istri dan anaknya menuturkan asal mula mereka tinggal di kandang kambing.

Sebelum menghuni kandang kambing, Jumaryanto dan keluarganya tinggal bersama ibunya, Martinem (62). Namun karena persoalan keluarga hubungan mereka kurang harmonis dan berujung pada pengusiran.

“Karena persoalan keluarga saya diusir oleh ibu saya, karena tidak punya rumah ya akhirnya kami tinggal di kandang kambing, “tutur Jumaryanto.

Selain tidak ada penerangan lampu, Jumaryanto juga kesulitan mendapat air bersih untuk keperluan sehari-hari. Ia terpaksa harus meminta kepada tetangganya yang rumahnya berjarak sekitar 400 meter.

“Untuk mandi dan lainnya kami numpang di rumah tetangga, “kata Jumaryanto.

Jumaryanto mengaku, sebagai kepala rumah tangga dirinya sebenarnya sangat malu dan tertekan karena tidak bisa memberi tempat tinggal yang layak. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Jumaryanto yang bekerja sebagai petani buruh hanya bisa mengandalkan penghasilan dari kerja serabutan.

“Saya juga kepingin hidup layak seperti orang lain. Tapi karena kondisi saya serba kekurangan ya kami jalani saja, “aku Jumaryanto sedih.

Sementara itu pemerintah setempat justru tidak mengetahui jika sudah 8 bulan ini keluarga Jumaryanto tinggal di kandang kambing. Bahkan Jumaryanto dianggap warga Kabupaten Magelang. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *