Gadis Sedang Mekar Jadi Korban Nafsu Setan Ayah Tiri

NGOMBOL, Seorang bapak bernama Suk (43) Desa Wasiat, Kecamatan Ngombol, diduga tega menggauli anak tirinya, sebut saja Mawar (17) hingga hamil. Akibatnya bapak bejad ini harus berurusan dengan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara korban harus menanggung derita lantaran mengandung janin bapak tirinya.
Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi, SH menuturkan kejadian persetubuhan itu terjadi pada Kamis (28/6) di rumah tersangka. Modusnya dengan bujuk rayu.
Disebutkan, terungkapnya perbuatan bejad tersebut bermula saat ibu korban, Darini, menghubungi mantan suaminya atau ayah kandung Mawar, Atong Awawi (41). Atong kini tinggal di Kampung Bojong Koneng RT 03 RW 07 Kelurahan Tegalmurni Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi.
Kepada mantan suaminya Darini mengabarkan kondisi putrinya sedang mengalami masalah besar. Mendapat kabar tersebut Atong Nawawi kemudian pulang untuk melihat kondisi putrinya.
“Atong Nawawi yang melihat kondisi korban ternyata sedang hamil langsung menanyakan siapa pelakunya, “kata Kasat Reskrim.
Pada mulanya Mawar tidak mau mengungkapkan pelakunya. Tetapi setelah didesak terus akhirnya korban mengatakan perbuatan yang menyebabkan dia hamil dilakukan oleh ayah tirinta secara berulang-ulang.
Mendengar pengakuan anak gadisnya, Atong seperti tersambar petir di siang bolong. Atong tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Atong kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Purworejo.
Polisi yang mendapat laporan kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di rumah orang tuanya di Bantul. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah HP merk Asus warna hitam, satu buah HP merk Samsung warna hitam, satu lembar pemeriksaan kehamilan, satu lembar hasil pemeriksaan hematologi korban dr RS Purwa Husada.
Menurut Kasat Reskrim, terhadap tersangka akan dikenai pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *