Dr Tolkha Amaruddin: Program Terdekat Lakukan Tes Covid Massal

PURWOREJO, Dokter Tolkha Amarrudin, Sp.THT.KL, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo yang baru, langsung tancap gas memberikan informasi terkait penanganan Covid-19 di Purworejo. Hingga hari ini, menurutnya, ada 9 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di Ruang Bima RSUD Dr Tjitrowardojo. 
Selain itu, ujar dr Tolkha, ada tambahan 1 PDP yang dirawat di ruang ICU dengan gejala mengarah Covid-19. 

“Yang bersangkutan adalah seorang laki-laki berumur 66 tahun warga Kecamatan Purworejo dengan gejala demam, ada flek pada paru-paru serta trombosit menurun. Hari ini sudah diswab dan hasilnya tunggu 3 hari lagi,” jelas dr Tolkha kepada Purworejonews yang menemui di Posko Penanggulangan Covid-19, Kamis (4/6).

Dr Tolkha yang sehari-hari menjabat Direktur RSUD RAA Cokronegoro itu juga mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu dekat akan diadakan tes tahap I berupa 1.000 virus transportasi media (VTM) atau swab dua kali untuk 500 orang serta 4.000 rapid test untuk masyarakat Purworejo yang dipilih secara acak.

“Jumlah untuk rapid test yang diberikan Pemprov itu dengan perhitungan 5.000 rapid test/1 juta penduduk. Asumsi jumlah penduduk di Kabupaten Purworejo sekitar 800.000 sehingga rapid test diberikan untuk 4.000 orang,” jelasnya. 

Kegiatan swab di RSUD Dr Tjitrowardojo (foto: istimewa)

Adapun 1.000 VTM untuk 500 orang karena 1 orang diberi VTM dua kalau selama dua hari berturut-turut.
Adapun peruntukannya, dr. Tolkha mempersilakan bagi komunitas atau organisasi yang membutuhkan berkaitan dengan risiko pekerjaan dan tugasnya untuk dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. 

“Misalnya jurnalis yang sering berhadapan dengan orang yang berisiko, silakan bisa mendaftar melalui organisasinya,” katanya. Ia menambahkan, bila secara mandiri, test swab tersebut dikenakan biaya hingga Rp 1,8 juta.

Sebelumnya, menurut dr. Tolkha, di Purworejo sudah diadakan sekitar 2.000an rapid test dimana sekitar 800 diantaranya diberikan untuk pegawai RSUD Dr Tjitrowardojo yang rentan terpapar, dan sisanya untuk masyarakat termasuk klaster Gowa. 

Dari 80an warga Purowrejo yang menjadi peserta jamaah tabligh di Gowa, 20 orang diantaranya dinyatakan positif  Covid-19 serta 30an orang merupakan turunannya.

Meskipun saat ini kondisi grafik penambahan pasien positif Civid-19 sudah relatif landai, dr Tolkha menyarankan masyarakat Purworejo untuk tetap waspada dan selalu menerapkan jaga jarak serta selalu memakai masker bila bepergian karena kedua hal tersebut dinilai efektif mampu menekan angka penyebaran secara masif. (Dia)

Tinggalkan Balasan