DPRD Banjarbaru Nimba Ilmu Kearssipan di Purworejo

PURWOREJO, Asisten Sekda Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Drs Muh Wuryanto MM menegaskan,  mendapatkan tugas di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda), merupakan tugas yang sangat mulia. Terbukti Dinas Arpusda memiliki prestasi-prestasi dari segi lembaganya maupun SDM nya yang membanggakan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. 

“Mungkin dulu ada yang mengganggap negatif ketika mendapat tugas di Arpusda sehingga merasa dibuang atau diasingkan. Padahal justru sebaliknya sangat membanggakan, karena mengelola berbagai dokumen penting. Bahkan Arpusda sarat prestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Purworejo,” papar Wuryanto, saat menerima study banding dari Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (13/2).

Kegiatan study banding tersebut, diterima di ruang kerja Asisten III Sekda. Ikut mendampingi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Tri Joko Pranoto SIP, Kasi Pembinaan dan Pengembangan Kerasipan Didik Budi Prasetyo SSos beserta sejumlah arsiparis, dan instansi terkait. 

Kepada tamunya Wuryanto mengenalkan sekilas tentang Kabupaten Purworejo yang memiliki bedug terbesar se Asia yang pembuatannya menggunakan bahan baku satu glundung kayu jati. Juga pembangunan Alun-alun Purworejo beserta beberapa gedung cagar budaya di Purworejo. 

“Selain melakukan study banding seputar kearsipan, nanti juga bisa sekaligus menikmati Kota Purworejo dengan makanan khasnya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Banjarbaru Haji AR Iwansyah yang memimpin study banding menjelaskan, tujuan study banding untuk sharing tentang pengelolaan kearsipan di Kabupaten Purworejo yang telah mendapat pengakuan terbaik dari ANRI. 

“Di tempat kami pengelolaan arsip terutama yang terkait Pemilu dan dokumen arsip sekolah masih harus banyak referensi. Harapan kami dari Purworejo akan memperoleh gambaran yang dapat dijadikan untuk pengelolaan arsip yang lebih baik,”katanya.

Tri Joko Pranoto mengungkapkan,  pembinaan kearssipan sudah menjangkau ke desa-desa, termasuk di sekolah-sekolah yang memiliki dokumen kelulusan siswa. Pembinaannya dilakukan detail karena dokumen sekolah sangat penting.

“Jika terjadi regruping sekolah atau penutupan sekolah, arsip sekolah akan diminta Dinas Arpusda,” ujar Tri Joko Pranoto..  

Demikian pula pengelolan arsip Pemilu, Arpusda sudah melakukan MoU dengan KPU tentang penarikan arsip Pemilu. Diantaranya yang sudah dikelola arsip Pilpres, Pileg, Pilbup. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *