Donor Darah HUT Ke-75 PGRI Kumpulkan 93 Kantung Darah

PURWOREJO, Sebanyak 93 kantong darah terkumpul dalam empat jam mulai pukul 08.00 hingga 12.00, dalam kegiatan donor darah dalam rangkaian peringatan 75 tahun PGRI Kabupaten Purworejo, yang diadakan di Aula Gedung PGRI, Rabu (18/11).

Staf Perencanaan Program PMI Purworejo Yuli Wulan Retnaningsih kepada Purworejonews merinci, 93 kantong itu berasal dari 33 kantong golongan darah O, 26 kantong golongan darah B, 25 kantong golongan darah A, dan sembilan kantong golongan darah AB. Adapun ke-93 pendonor itu terdiri atas 60 laki-laki dan 33 perempuan.

Koordinator kegiatan donor darah, Tarmiyah Temu S.Pd, M.Pd menambahkan, PGRI bekerjasama dengan PMI Purworejo menyediakan delapan bed untuk para pendonor. Disebutkan, para pendonor tidak hanya berasal guru tapi juga masyarakat umum.

Disebutkan, meski pandemi, jumlah pendonor kali ini justru mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 60-an orang. Tarmiyah mengaku, jumlah peserta sebenarnya sebanyak 108 orang tapi hanya 93 orang yang memenuhi syarat untuk jadi pendonor darah.

Ketua PGRI Purworejo Irianto Gunawan, M.Pd menjelaskan, tema HUT kali ini adalah Kreativitas dan Dedikasi Guru untuk Indonesia Maju. Untuk mendukung tema itu, PGRI Purworejo merangkai berbagai kegiatan.

“Selain donor darah sebagai kegiatan sosial yang dilakukan hari ini, kami juga sudah mengadakan seminar pendidikan dan PTK pada Minggu lalu (15/11) Kemudian besok (Kamis) kami akan menggelar lomba catur,” jelas Gunawan.

Irianto Gunawan

Berikutnya, lanjut Irianto, Sosialisasi kode etik guru dan perlindungan hukum yang akan diadakan Sabtu (21/11), pelatihan penulisan artikel populer di media massa pada Minggu (22/11). Kegiatan yang tak kalah menarik adalah final lomba karisma TIK berupa karya multi media interaktif dan karya video pembelajaran pada Senin (23/11).

Adapun tasyakuran akan digelar pada Selasa (24/11) yang dilanjutkan dengan upacara bendera dan ziarah ke taman makam pahlawan dan tokoh PGRI pada hari Rabu (25/11).

Sebagai acara puncak dan pamungkas, lanjut Irianto, adalah resepsi HUT dengan dirangkai final nyanyi solo dan peragaan busana di aula gedung PGRI. “Karena pandemi, kami hanya menampilkan tiga finalis lomba nyanyi dan peragaan busana untuk dinilai oleh juri yang kompeten di bidangnya,” ucapnya.

Menurut Irianto, kegiatan yang tidak dilaksanakan seperti tahun sebelumnya akibat adanya pandemi yakni jalan sehat yang biasanya diikuti ribuan peserta. Selain itu juga upacara bendera yang biasanya diadakan di alun-alun diikuti seluruh guru se-Purworejo, nantinya hanya digelar di halaman kantor Dindikpora dengan dihadiri maksimal 50 peserta.

Semua rangkaian kegiatan itu, kata Irianto adalah untuk meningkatkan kreativitas dan dedikasi guru dalam rangka menyiapkan generasi emas tahun 2025. Selain juga untuk memperkokoh solidaritas dan kesetiakawanan anggota serta
meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pendidik.

Hal yang tak kalah pentingnya dari kegiatan itu, imbuh Irianto, yakni untuk mendorong kepedulian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran guru dalam mendukung masyarakat yang bermartabat.

Tinggalkan Balasan