Disebut Pecundang, Wartawan Purworejo Adukan Oknum Pengunjukrasa ke Polres

PURWOREJO, Puluhan wartawan Purworejo melakukan unjuk rasa terkait pernyataan salah satu orator yang dinilai melecehkan profesi wartawan, Kamis (9/1). Pelecehan profesi tersebut terjadi saat demo oleh masyarakat terdampak Bendung Bener dilakukan Rabu (8/1) di halaman Pengadilan Negeri. Salah satu orator yang belakangan diketahui bernama Eko Siswoyo secara emosional menyebutkan wartawan yang menulis pemberitaan dinilai tidak sesuai dengan kenyataan.
“Silakan mengklarifikasi, jangan menjadi pecundang” ucapnya. Hal tersebut dilakukan di hadapan massa yang saat itu berjumlah ribuan.
Merasa dilecehkan, puluhan wartawan Purworejo yang tergabung dalam organisasi Pewarta melakukan aksi unjuk rasa.
Sebelum wartawan melakukan aksi unjuk rasa, Eko sempat datang menemui para wartawan dan meminta maaf atas perbuatan dan pernyataannya.
“Saya juga menyesal atas apa yang telah saya lakukan,” ungkap Eko.
Marni Utamining, korlap kegiatan mengemukakan, wartawan merasa dipermalukan di hadapan massa dengan pernyataan arogan tersebut.

“Menganggap wartawan sebagai pecundang adalah hal yang kami anggap melecehkan profesi wartawan. Selama ini kami bela warga terdampak Bendung Bener dengan menyampaikan pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan fakta. Tapi bila kami dianggap pecundang, ya monggo, kami akan boikot pemberitaan dan liputan apapun tentang Bendung Bener. Silakan warga mencari kebenaran dan pembelaan kepada pihak lain,” tegas Marni.
Sumanang Tirtasujana, Sekretaris Pewarta yang ikut berorasi mengajak wartawan untuk melawan pihak-pihak yang dianggap merendahkan profesi wartawan.

Kapolres Purworejo menerima pengaduan para wartawan

“Pers adalah pilar keempat demokrasi yang dilindungi undang-undang dan wartawan tidak boleh diperalat oleh siapapun,” tandas Manang.

Wakil Ketua Pewarta Ahmad Nas Imam yang mendampingi sesama teman wartawan saat berunjuk rasa menghimbau agar dalam hal ini wartawan hanya memiliki satu tujuan yakni membela kebenaran.

“Jangan menimbulkan permusuhan dan kita sampaikan persoalan ke penegak hukum karena wartawan bekerja secara intelektual,” jelas Imam.

Usai menyampaikan aspirasi di depan kantor bupati, puluhan wartawan menuju Polres Purworejo. Disana mereka diterima oleh Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong.

Ketua Pewarta, Edy Suryana kepada Kapolres mengatakan, wartawan tidak terima disebut sebagai pecundang. Mewakili wartawan, ujar Edy, ia melaporkan kepada Kapolres atas kasus tersebut sebagai media pembelajaran kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan aspirasinya.

Kapolres yang menemui para wartawan mengatakan, pelaporan atas perkara tersebut diterima dan akan diproses oleh Kasat Reskrim. Usai diterima Kapolres, para wartawan membubarkan diri dan menunggu proses hukum selanjutnya. (Yudia Setiandini)

One comment

Tinggalkan Balasan