Dipantau, Kinerja dan Disiplin ASN di 16 Kecamatan

GRABAG, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memantau kinerja dan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di 16 kecamatan. Pemantauan diawali di Kecamatan Grabag yang dilakukan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Purworejo Bambang Gatot Seno Aji, SE, MM, pada Rabu pagi (6/2).
Kegiatan pemantauan pada pagi hari sebelum apel dimulai, dengan mendisplinkan absen kehadiran pagi yang dilanjutkan dengan apel pagi yang dipimpin Camat Grabag Jaenudin, SIP didampingi Sekcam Drs Hartono, MM.
Kabag Humas Bambang Gatot Seno Aji mengatakan, pemantauan kesiplinan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin pegawai dalam kinerjanya, juga dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.
“Seperti arahan Pak Sekda, bahwa ASN yang masih bertugas, agar terus meningkatkan disiplin dan untuk terus semangat dalam bekerja, termasuk melaksanakan apel pagi, absen hadir dan absen pulang sesuai ketentuan jam kerja yakni jam 7.30 WIB hingga jam 16.00 WIB,” tandas Gatot.
Gatot mengatakan, apel pagi merupakan bagian dari kedisiplinan pegawai yang wajib dilaksanakan, disamping dukungan kinerja yang lain.
“Untuk itu diharapkan semua pegawai melaksanakan apel pagi, karena apel termasuk dalam penilaian pegawai. Hasil dari pemantauan ini terkait kedisiplinan pegawai, langsung kami laporkan kepada Pak Sekda, sebagai bahan pertimbangan kebijakan,” tuturnya.
Rencananya, lanjut Gatot, pemantauan akan dilaksanakan secara kontinyu di semua instansi. Sebab, kinerja tidak saja diawasi pimpinan, namun masyarakat juga turut mengawasi.
“Maka kesadaran disiplin harus ditanamkan pada diri sendiri. Jika sudah terbiasa dengan kedisplinan, insyaallah kerjanya juga akan bagus,”jelas Gatot.
Sementara itu Camat Grabag Jaenudin menjelaskan, jumlah pegawai di instansinya sebanyak 31 orang terdiri atas PNS 29 dan honorer 2 orang.
“Alhamdulillah semua pegawai disiplin datang, yang tidak datang dikarenakan lepas piket. Untuk jam kerja sangat disiplin, bahkan ada pegawai yang pulang melebihi jam kerja sampai jam 17.30 WIB. Adanya pemantauan ini tidak menjadikan beban, justru memotivasi,” ujar Jaenudin. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *