Dinkes Akan Kerahkan Anggota PPNI dan IBI, Kapolres Akan Tindak Tegas yang Masih Ngeyel

PURWOREJO, Seluruh perawat dan bidan yang tergabung dalam Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mulai Sabtu (28/3) besok akan dikerahkan ke RSUD Dr Tjitrowardojo untuk mendukung penanganan kasus covid-19.

“Mereka akan dijadwal secara shift, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga medis yang kini menangani kasus covid-19 di RSUD,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr Sudarmi, MM menanggapi penetapan Purworejo sebagai daerah berstatus tanggap darurat oleh Bupati.

Menurut Sudarmi, sebelum penetapan tanggap darurat, sebenarnya Dinas Kesehatan telah mempersiapkan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan untuk menanggulangi Covid-19. Termasuk sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat RT.

Sementara itu Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito menegaskan, terkait dengan penetapan Purworejo berstatus tanggap darurat, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang masih ngeyel, khususnya dalam hal kegiatan pengumpulan orang banyak.

Kapolres AKBP Rizal Naruto dan Dandim Letkol Inf Muhlis Gasim

“Hubungi Polsek terdekat saja jika masih ada yang ngeyel,” tandas Rizal Marito.

Namun Kapolres akan menggunakan cara-cara-cara soft force bila ada warga yang mengadakan kegiatan pengajian atau hajatan dengan mengundang  banyak orang.

Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Inf Muhlis Gasim menegaskan, status tanggap darurat mengharuskan dilakukannya pemeriksaan suhu tubuh di stasiun dan terminal. Penumpang yang datang diarahkan melalui satu pintu yang telah disiapkan alat disinfektan. 

“Jika kedapatan orang yang suhu tubuhnya 37,5 langsung diperiksa dan dibawa ambulan serta wajib karantina,” tandasnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan