Dinilai Tak Penuhi Syarat, KPU Purworejo Tolak Berkas Dukungan Perbaikan Bapaslon Slamet-Suyanto HS

PURWOREJO, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo menyatakan menolak dokumen perbaikan dukungan bakal pasangan calon perseorangan atas nama Slamet Riyanto-Suyanto HS, karena dari 43.020 dukungan yang diserahkan, dokumen lengkap hanya 32.740 dan tidak lengkap 10.280. Penolakan dokumen perbaikan itu diputuskan pukul 22.21 dalam rapat pleno yang digelar di Ballroom Hotel Plaza Purworejo, Selasa (28/7) malam.

Usai mengumumkan hasil perhitungan jumlah dukungan perbaikan, Ketua Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Purworejo Dulrokhim menyerahkan berita acara tersebut kepada Bawaslu dan Bapaslon perseorangan. Namun hanya perwakilan Bawaslu yang menerima. Sedang bapaslon tidak bersedia menerima karena menganggap perhitungan okeh KPU tidak transparan.

Dalam berita acara nomor 50/PL.O2.2-BA/Kab/VII/2020 tentang hasil pengecekan jumlah dan sebaran dukungan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo tahun 2020 masa perbaikan atas nama Slamet Riyanto, SP dan Suyanto HS, dukungan yang diserahkan sebanyak 43.020 dengan hasil dokumen lengkap 32.740 dan tidak lengkap 10.280.

Ketua KPU serahkan Berita Acara kepada Komisioner Bawaslu Rinto Haryadi

“KPU menyatakan bahwa dukungan pada calon perseorangan tidak memenuhi syarat sehingga dokumen dukungan balon perseorangan ditolak,”

Atas hasil tersebut, Slamet Riyanto menyatakan keberatan menerima hasil yang tertuang dalam Berita Acara. Akhirnya salinan Berita Acara hanya diserahkan oleh KPU kepada perwakilan Bawaslu, Rinto Haryadi

Saat dikonfirmasi, Slamet menyatakan kekecewaan karena berkas 1 kecamatan yang terlambat dalam waktu hitungan yang tidak lama dinyatakan tidak ada. Selain itu menurutnya, pihak KPU dianggap tidak transparan karena saksi yang dihadirkan sebagai 32 orang tidak dirinci tiap kecamatan.

“Ada saksi 32 orang, kenapa tidak dirinci secara global? Jadi fungsi saksi itu untuk apa?” ujarnya dengan nada kecewa. Slamet juga akan segera berupaya menempuh upaya hukum untuk mendapatkan keadilan.

Slamet Riyanto usai berkas dukungan perbaikan ditolak

Slamet Riyanto beranggapan bila menerima (berita acara) berarti menerima hasil keputusan. Padahal disebutkan oleh Bawaslu dan KPU bahwa berita acara itu dapat dijadikan dasar sengketa bila yang bersangkutan akan menempuh jalur hukum.

Ia menyatakan bahwa besok (Rabu) pihaknya akan melaporkan sengketa itu kepada Bawaslu.

Menanggapi penolakan bapaslon perseorangan Slamet-Suyanto HS, Ketua KPU Purworejo Dulrokhim siap menghadapi gugatan sengketa perhitungan dukungan perbaikan.

“Itu memang diatur dalam Undang-undang. Kalau gugatannya dikabulkan oleh Bawaslu, ya tinggal melanjutkan proses berikutnya, yaitu verifikasi administrasi,” ujar Dulrokhim. (Dia)

Tinggalkan Balasan