Dinilai Resahkan Masyarakat, Sekelompok Anak Punk Digaruk Satpol PP

PURWOREJO, Sebanyak sembilan remaja jalanan atau anak punk dan gelandangan terjaring dalam razia dadakan yang digelar oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Rabu (21/3). Mereka dinilai melakukan aktivitas yang meresahkan masyarakat di sejumlah titik.

Beberapa di antaranya di lampu merah Terminal Bus Purworejo, lampu merah Pendowo Purwodadi, jalan raya Desa Pakisrejo Banyuurip, dan Pasar Suronegaran Purworejo.

Kedatangan petugas secara tiba-tiba membuat sejumlah anak jalanan pontang-panting melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya petugas berhasil meringkus semuanya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo, S.Sos, M.Si, mengungkapkan, razia yang digelar sebagai salah satu upaya penegakan Perda Nomor 8 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Keindahan, dan Kebersihan (K3).

Keberadaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Telantar (PGOT), Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Remaja Jalanan (Punk), oleh Satpol PP dianggap kerap meresahkan masyarakat.

“Ini merupakan razia rutin dan fokus hari ini menyisir sepanjang jalan Purwodadi hingga Terminal Bus Purworejo,” ungkap Budi Wibowo didampingi Kabid Penegakan Perda, Mujono, SH, dan Kasi Penyelidikan dan Penyidikan, Endang Muryani, SE.

Disebutkan, dari 9 orang yang diamankan, seorang diantaranya perempuan. Dari tangan anak punk, petugas juga berhasil mengamankan sebilah benda tajam dari besi.

“Sebagian besar dari mereka masih berusia remaja. Ada yang dari Purworejo, Kebumen, dan Lampung,” sebutnya.

Guna memberikan efek jera kepada mereka, petugas langsung menggelandang ke kantor Satpol PP. Selain didata, mereka juga diberi pembinaan nasionalisme, seperti tata cara penghormatan bendera merah putih dan pemahaman ketertiban umum.

“Sebagian pengemis atau gelandangan yang masih memiliki keluarga, kami kembalikan kepada keluarga. Sementara tiga anak punk akan dikirim ke panti rehabilitasi sosial di Prembun Kebumen,” jelasnya.

Budi Wibowo menambahkan, bahwa razia penegakan Perda, khususnya PGOT dan anak jalanan, akan terus digencarkan untuk memberi rasa aman masyarakat. Pihaknya juga mengharapkan bantuan masyarakat untuk memberikan informasi jika mendapati keberadaan anak jalanan atau PGOT yang meresahkan. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *