Dinilai Hambat Pelayanan, RSUD Minta Kemenkes Evaluasi Kinerja BPJS Kesehatan Kebumen

PURWOREJO, Bertempat di Ruang Auditorium lantai 2 RSUD Dr Tjitrowardojo dilakukan serah terima jabatan direktur, dari Plt Direktur RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo drg Nancy Megawati Hadisusilo, MM kepada drg Gustanul arifin, M.Kes. Hadir dalam kesempatan itu Pejabat Struktural, Komite Medik, Komite Keperawatan, Komite Tenaga Kesehatan Lainnya, Kepala Instalasi/Sekretaris Instalasi dan Kepala Ruang.
Dalam sambutannya drg Nancy Megawati mengatakan bahwa selama menjabat 8 bulan 22 hari banyak hal-hal krusial terutama tentang BPJS Kesehatan karena per Mei 2018 menerapkan rujukan berjenjang yang otomatis mengurangi jumlah kunjungan pasien.
Diungkapkan, tim RSUD telah berjuang bahkan adu argumen dengan BPJS Kesehatan Kebumen yang akhirnya membuahkan hasil pelayanan Rawat Inap Jiwa sudah diakui, pelayanan Bedah Gigi dan Mulut, pelayanan Geriatri dan pelayanan High Care Unit (HCU) sudah berjalan.
“Bahkan rumah sakit bersurat kepada Deputi Kementerian Kesehatan, Direktur Utama BPJS, juga tembusan kepada Devisi Regional Jawa Tengah, memohon untuk mengevaluasi kinerja BPJS Kebumen karena menghambat pelayanan di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo,”tegas Nancy yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Purworejo.
Diharapkan, dengan kembalinya drg Gustanul Arifin RSUD semakin kokoh sehingga pelayanan akan lebih baik lagi. Karena tahun depan dengan beroperasinya Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), RSUD Dr Tjitrowardojo bisa menjadi pusat rujukan.
Sementara drg Gustanul Arifin, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk mengemban amanah memimpin RSUD Dr Tjitrowardojo kembali setelah purna per Maret 2018.
Gustanul Arifin juga memohon doa dan dukungan semua Civitas Hospitalia sehingga dirinya bisa memberikan manfaat kepada sesama, kepada masyarakat Purworejo dan Civitas Hospitalia.
“Mohon diingatkan bila ada kekurangan karena tantangan ke depan semakin berat. Dalam waktu dekat dilakukan Akreditasi yang suka tidak suka harus dilaksanakan. Yakin dengan kebersamaan, kekompakan, kemauan kita bersama rumah sakit ini sukses akreditasi SNARS terbaru,”kata Gustanul Arifin.
Sedang Plt Wadir Pelayanan dr Eko Siswanto mewakili Karyawan Karyawati RSUD Dr. Tjitrowardojo menyebutkan selama 8 bulan 22 karyawan karyawati RSUD Dr Tjitrowardoyo seperti anak yatim karena semua dijabat oleh Plt.
“Namun atas kekuatan dukungan Bapak-Ibu semuanya roda pemerintahan di RSUD dapat tetap berjalan meskipun terseok-seok dengan beberapa kendala yang melintang akhirnya semua dapat teratasi,”kata dr. Eko Siswanto. (W5)

Tinggalkan Balasan