Dinas LH Optimistis Purworejo Raih Kembali Piala Adipura

PURWOREJO, Jelang pengumuman pemenang Adipura, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Purworejo menyatakan optimis dapat memboyong kembali penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan keindahan kota dari pemerintah pusat itu. Bukan tanpa alasan, Dinas LH telah mempersiapkan segala sesuatunya sebulan setelah Piala Adipura diterima pada 14 Januari 2019 lalu.

Kabupaten Purworejo harus menunggu 25 tahun untuk mendapatkan Piala Adipura, setelah pada tahun 1994 mendapat Piagam Adipura, satu grid di bawah Piala Adipura. Adipura merupakan penghargaan bergengsi yang diburu oleh hampir semua daerah di Indonesia.
“Piala Adipura merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Purworejo. Mempertahankan Piala Adipura kita akui lebih berat dibanding saat berjuang untuk memperolehnya,” kata Al Bambang Setyawan, di kantornya, Jumat (7/2).
Meskipun berat, tapi Bambang Setyawan mengaku optimistis akan meraih kembali Piala Adipura. Dia dan seluruh jajarannya telah bekerja keras selama setahun mempersiapkan segalanya, dari kesiapan fisik, sarana prasarana, maupun kesiapan sumberdaya manusia termasuk mindsetnya.

Sebelum tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Provinsi Jateng turun memantau ke Purworejo, Bupati Purworejo lebih dulu menerbitkan surat keputusan tentang 12 titik pantau di kawasan kota Purworejo dan Kutoarjo.

Kadin LH Al Bambang Setyawan di TPS 3R Sindurjan. Di TPS ini sampah dari rumah tangga dipilah dan residunya diangkut ke TPA

Ke-12 titik pantau tersebut meliputi perkantoran, sekolah, fasilitas layanan kesehatan, terminal, jalan protokol, taman, hutan kota, saluran terbuka Kedung Putri, pasar, bank sampah, TPS dan TPA, kawasan perumahan.

Menurut Bambang, keberhasilan dan keindahan kota dan manajemen pengelolaan sampah adalah prioritas. Sebanyak 290 tenaga lapangan, baik PNS maupun nonPNS, bahu-membahu membersihkan jalan-jalan di Purworejo dan Kutoarjo setiap hari. Mereka bekerja mulai pukul 05.00 hingga pukul 12.00 dan pukul 12.00 hingga pukul 18.00.
Puluhan armada pengangkut sampah juga tak pernah berhenti bekerja. Mereka keliling kota mengambil sampah residu dari 11 tempat pembuangan sampah (TPS) 3R dan TPS lainnya. Sampah-sampah itu lalu dianhkut ke Tempat Pembuangan Akhir di Jetis, Kecamatan Loano.
Di beberapa jalan protokol kini diperindah dengan dipasang ratusan pot bunga berbentuk manggis, buah khas Purworejo. Juga pembuatan taman vertikal atau pergola yang mempercantik wajah kota.

“Upaya meraih Piala Adipura bukan semata-mata tugas Dinas LH, melainkan tugas lintas sektoral,” ujar Bambang.
Untuk itu Dinas LH menjalin kerjasama dengan sedikitnya delapan OPD, yaitu Setda, Dindikpora, Dinas PUPR, Dinkes, Perhubungan, Satpol-PP, Dinkop UKM Perdagangan, serta Camat dan Lurah.
Kini Kota Purworejo dan Kutoarjo siap dipantau tim siluman dari Kementerian LH yang datangnya tidak diketahui oleh siapapun. Purworejo juga siap menerima Piala Adipura untuk kali kedua. (Nas)

Tinggalkan Balasan