Diluncurkan, Layanan Inovasi Klinik Desa Pager Sumur Beji

PURWOREJO, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Purworejo meluncurkan layanan inovasi Klinik Desa yang diberi nama Pager Sumur Beji, Kamis (5/4). Pager Sumur Beji kepanjangan dari panggonan gendu-gendu roso subur makmur bebarengan nyawiji.

Kepala Dinpermades Sumharjono, S.Sos, MM menjelaskan, Pager Sumur Beji merupakan sebuah basecamp atau wadah pelayanan prima untuk masalah urusan desa. Pager Sumur Beji digunakan sebagai tempat untuk konsultasi, pengaduan, kursus pendek, dan monitoring untuk desa-desa se Kabupaten Purworejo.

Dikatakannya, filosofi dari Pager agar pelaksanaan pemerintah desa sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan Sumur Beji mengandung filosofi agar tercapai desa yang maju dan mandiri dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal.

“Saya ingin pemerintah desa dapat berjalan sesuai aturan, sehingga desa bisa maju dan mandiri dengan kemandiriannya. Jadi desa tidak dibimbing terus, tidak dintervensi terus, tetapi bisa lebih mandiri,” katanya.

Untuk itu pihaknya menyediakan satu tempat dengan fasilitas online dan personel sebagai full timer penerima informasi. Dinpermades menyediakan tempat khusus penerimaan informasi dan bidang-bidang yang menangani. Kemudian akan dikonfirmasikan tindak lanjutnya dengan OPD terkait.

Bidang-bidang yang ditangani, yakni bidang pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah, bidang kapasitas kelembagaan administrasi dan system informasi desa, bidang pengembangan kerjasama desa dan kawasan pedesaan, serta bidang pemberdayaan masyarakat.

“Mau minta pencerahan mengenai masalah BUMDes, DD atau ADD, Perdes, kita tampung. Semua konsultasi gratis,” tandasnya.

Lebih lanjut, Sumharjono menjelaskan, selama ini pelayanan desa masih bersifat parsial atau pengaduan ditangani oleh masing-masing bidang secara manual atau wawancara langsung. Yang menjadi persoalan adalah ketika ada pengaduan, pejabat yang membidangi tidak ada di tempat.

Untuk itu, pihaknya memiliki ide untuk membuat satu sistem layanan inovasi yang dapat menampung semua permasalahan desa. Dengan harapan ke depan tidak ada permasalahan yang menimpa desa.

“Layanan Klinik Desa ini sifatnya masih rintisan. Nanti kita akan membuat Perbub Sisten Informasi Desa (SID), selanjutnya menjadi Perdes. Kita nanti akan menggunakan kode desa.id. Fiturnya berbentuk e-govermen, e-commerce dan GIS,” pungkasnya.

Sementara itu Auditor Muda BPKP Pusat, Gatot Megantoro AK CA MM menyambut baik peluncuran layanan inovasi Klinik Desa di Kabupaten Purworejo. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Purworejo merupakan yang pertama.

“Pola ini masih jarang, biasanya parsial. Seperti Seskudes saja, BUMDes saja. Ini sudah terintegrasi semua. Ini bisa jadi bahan kami,” ujarnya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *