Diduga Terlibat Peredaran Uang Palsu, Mantan Kades Karangsari Ditangkap Polisi

PURWOREJO, F (56) mantan Kades Karangsari, Kecamatan Purwodadi, dan S (60) warga Temon, Kulonprogo, berurusan dengan polisi karena diduga nekat menjadi pengedar uang palsu. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda setelah adanya laporan dari Agen BRI Link Purwodadi yang mencurigai uang yang ditransfer bukan uang asli.

Dalam gelar perkara di Polres Purworejo, Kamis (14/1), Kasatreskrim AKP Agil Widyas Sampurna menjelaskan, aksi kejahatan itu terungkap saat F hendak mentransfer uang senilai Rp 3 juta melalui BRI Link Purwodadi, di Desa Banjarsari, Kecamatan Purwodadi.

Pemilik BRI Link, Umi Samsi merasa curiga dengan uang yang diterimanya dari F. Perisriwa yang terjadi pada tanggal 8 Januari itu lalu dilaporkan oleh Umi ke Polsek Purwodadi.

Di hadapan polisi, F mengaku mendapatkan uang palsu itu melalui perantara yakni S (60) warga Desa Temon Wetan, Kulonprogo, DIY. Modus pembelian upal yakni dengan cara menyerahkan uang asli senilai Rp 10 juta, dan F mendapatkan uang palsu senilai Rp 20 juta.

F menunjukkan barang bukti uang palsu

Uang itu, menurut tersangka F, telah ditransfer sebanyak Rp 5 juta di BRI Link di wilayah Desa Pripih, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, ke rekening Ahmad Riawan Sawiji, serta untuk berfoya-foya.

“Sebagian digunakan untuk berbelanja di toko modern di wilayah Purworejo,” ucap F.

Terkait dengan hal itu Kasatreskrim AKP Agil Widyas Sampurna mengatakan, keduanya dijerat Pasal 36 ayat 3 Undang-undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang:

Setiap orang yang mengedarkan dan/atau membelanjakan Rupiah yang diketahuinya merupakan Rupiah Palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah). Adapun ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (Dia)

Tinggalkan Balasan