Diduga Mengidap Gangguan Jiwa, Seorang Lelaki Aniaya Pendeta

BANYUURIP, Yeremia Kasto Mantoko (60), pendeta Gereja Pantekosta di RT 04 RW 04 Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, menderita luka-luka setelah dianiaya oleh A (21), tetangganya, Rabu (2/10) sekitar pukul 16.15 WIB. Dugaan sementara pelaku mengidap gangguan jiwa.

Akibat kejadian itu korban menderita luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Purworejo untuk mendapat perawatan medis. Sementara tersangka diamankan polisi.

Menurut saksi mata, Triono Slamet (46), kejadian bermula saat korban sedang bersih-bersih di Gereja Pantekosta Indonesia. Tidak berapa lama datang tersangka sambil membawa parang sepanjang 50 cm.

Saat itu tersangka berdiri di pintu gerbang gereja sembari memukul pagar besi dengan parang. Selanjutnya tersangka masuk ke halaman gereja. Melihat itu korban mendatangi tersangka dan menanyakan maksud datang ke gereja.

Namun pertanyaan itu dijawab dengan mengayunkan parang ke arah korban tapi tidak mengenai sasaran. Korban kemudian masuk gereja untuk mengamankan diri namun dikejar oleh tersangka sambil menyerang menggunakan parang.

Serangan tersebut mengenai bagian perut sebelah kiri, lengan tangan kiri dan kepala bagian kanan hingga mengalami luka cukup serius. Korban pun berusaha membela diri sambil berteriak meminta pertolongan warga.

“Saya dan beberapa warga kemudian datang ke lokasi dan mengamankan tersangka,”kata Tri Slamet.

Warga yang berdatangan kemudian membawa korban ke RS Purwa Husada dan melaporkan kejadian itu ke Polres Purworejo. Hingga kini polisi masih menyelidiki motif kejadian tersebut.

Sementara itu Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, saat dihubungi melalui telepon menjelaskan, motif penganiayaan masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan warga sekitar, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Saat ini pelaku sedang dalam pemeriksaan di RSUD, apakah pelaku benar memiliki gangguan jiwa apa tidak. Jika setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tidak terbukti memiliki gangguan jiwa, akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,”ungkap Kapolres. (W5)

Tinggalkan Balasan