Desa Tangkisan Rintis Pengembangan Budidaya Ternak Itik dan Telur Asin

BAYAN, Kebutuhan daging dan telur itik saat ini kian meningkat, namun belum diimbangi dengan jumlah ternak itik sebagai pemasok hasil daging dan telur di pasaran. Budidaya ternak itik dan telur asin itu kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan karena belum banyak orang yang mengembangkanya.

Dengan peluang itulah, pemerintah Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, berinisiatif mengembangkan usaha budidaya ternak itik dan berencana menjadikan desa itu sebagai centra penghasil itik serta telur itik di Kabupaten Purworejo.

Inisiatif usaha itu diwujudkan dengan memberikan bantuan berupa pelatihan cara budidaya itik sekaligus bantuan berupa ribuan itik ke masyarakat untuk dikembangkan. Pelatihan diberikan selama sepuluh hari dan dilakukan setiap malam hari sejak Senin (3/4), di balai Desa Tangkisan.

Kepala Desa Tangkisan, Muhammad Taufiq mengatakan, pelatihan budidaya ternak itik merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah Desa Tangkisan guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dengan sektor peternakan.

“Pelatihan ini diikuti semua kalangan masyarakat, dimana kita telah mengalokasi dana sebesar Rp 68 juta untuk pemberdayaan yang bersumber dari dana desa dan bantuan dari pemerintah provinsi ke kelompok ternak itik Desa Tangkisan,” kata Muhammad Taufik di sela-sela latihan

Dijelaskan, Pemerintah Desa Tangkisan memilih itik sebagai usaha masyarakat, karena itik merupakan potensi lokal. Desa Tangkisan merupakan desa dengan areal sawah yang cukup.

Disebutkan, program itu merupakan program pemberdayaan masyarakat yang kedua kalinya. Sebelumnya pada tahun 2017 sudah pernah dilakukan dengan memberdayakan 20 KK dan pemberian bantuan 2.000 ekor itik.

“Tahun ini kita tingkatkan menjadi 4.000 ribu itik, yang kita berikan kepada 80 KK, berikut 1 sak pur dan pelatihan sebagai modal awal usaha,” terangnya.

Sementara itu pendamping teknis budidaya ternak itik, Jendakita Ginting menambahkan, di Purworejo belum ada potensi ternak itik yang intensif. Usaha itu belum dilakukan secara kelompok, atau gerakan perdesa, tapi masih dilakukan secara perorangan.

“Banyak orang dari Yogyakarta yang menitip itik di Purworejo. Telur itik banyak dibutuhkan di Yogyakarta, sehingga prospek pemasarannya sangat bagus,” ujarnya.

Pihaknya berharap, Desa Tangkisan nantinya menjadi desa yang maju dengan itik sebagai salah satu sumber penghasilanya. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *