Delegasi Australia Jajaki Kerjasama Bidang Vokasional

PURWOREJO, Sebanyak 12 delegasi dari ACPET ( Australian Council for Private Education and Training ) Australia mengunjungi Kabupaten Purworejo, Rabu (11/10). Kedatangan mereka dalam rangka menjajaki peluang kerjasama bidang vokasi dengan Kabupaten Purworejo. Itu merupakan kunjungan kedua di Purworejo.

Ke-12 delegasi itu ialah Mattew Traynor, Fabrice Abbey, Karen Nicolas, Chris Taylor, Julie Hide, Christine Jones, Cherylle Pell, Alberto Tassone, Serryn O’Regan, Bee Gan, Jo Fox, dan Simon Schweigert.

Delegasi ACPET Australia diterima oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, di Pendopo Kabupaten. Ikut menyambut rombongan delegasi, Wakil Bupati Yuli Hastuti, SH, Ketua DPRD Luhur Pambudi, ST, MM, Komandan Kodim 0708 Letkol Infanteri Muchlis Gasim, SH, M.Si, Sekda Said Romadhon, Kabag Humas Drs Ari Setyadi, serta kepala SMK negeri dan swasta.
Di depan delegasi, Bupati menjelaskan, Kabupaten Purworejo selain dikenal sebagai daerah agraris, juga memiliki potensi alam yang luar biasa besarnya. Pantai wilayah selatan yang panjangnya mencapai 21 kilometer, telah memberikan kekayaan alam berupa hasil laut, serta menjadi obyek wisata. Sedangkan di wilayah utara dan timur yang merupakan daerah pegunungan, menawarkan keindahan dan panorama alam yang memikat.
Diungkapkan, Purworejo merupakan salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah, dengan hasil utama seperti padi, kedelai dan jagung. Potensi yang dihasilkan dari bidang perkebunan juga sangat melimpah seperti kelapa, kopi, manggis, durian maupun produk olahannya seperti virgin coconut oil (VCO) dan gula semut.
“Demikian pula di bidang peternakan, dimana Purworejo memiliki brand kambing Kaligesing yang merupakan kambing peranakan ettawa, “kata bupati.
Lanjut bupati, dengan adanya pembangunan megaproyek bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, maka wilayah selatan Purworejo menjadi lokasi yang sangat strategis.
Menurut bupati, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah pengembangan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasional pada dasarnya merupakan pendidikan yang lebih berorientasi pada penerapan ilmu untuk menyelesaikan problem secara praktis namun sistematik dan terukur.
Untuk menjamin lulusannya siap kerja, sekolah-sekolah vokasi membangun sistem link and match antara sekolah dan industri.
Kondisi eksisting pendidikan vokasional di Kabupaten Purworejo, terdiri dari Satuan Pendidikan Vokasi 7 sekolah negeri dan 36 sekolah swasta, yang di dalamnya terdapat 27 jenis program keahlian dengan peserta didik 19.298 orang.
“Untuk mengoptimalkan potensi yang kita miliki, kita berkepentingan untuk mengadakan kerjasama dengan Australia. Dengan harapan, kerjasama ini dapat membantu mewujudkan mimpi-mimpi kita untuk memajukan Purworejo dan menyejahterakan rakyat, utamanya melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia, “imbuh bupati. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *