Debat Terbuka Pamungkas, Ketiga Paslon Maksimalkan Kemampuan Adu Argumen

PURWOREJO, Debat Terbuka putaran kedua atau terakhir yang digelar Jumat malam (27/11) tampaknya menjadi senjata pamungkas bagi ketiga paslon bupati dan wakil bupati Purworejo untuk melontarkan seluruh amunisi yang dimiliki demi mendapatkan simpati publik.

Dengan tema Harmonisasi Pembangunan Daerah dan Pusat dalam Memperkokoh NKRI, pokok persoalan yang menjadi sorotan yakni tentang kesiapan penanganan Covid-19, pencegahan masuknya miras dan narkoba, serta upaya pemerintah daerah untuk memperkokoh NKRI.

Setelah memaparkan visi misi ketiga paslon, moderator, Nia Sukma, memberikan kesempatan pertama kepada Paslon nomor 3 Agus Bastian – Yuli Hastuti untuk menyampaikan kebijakan yang dilakukan untuk menangani Covid-19.

Agustinus Susanto dan Rahmad Kabuli

Oleh cawabup nomor 3 Yuli Hastuti, SH disampaikan bahwa penanganan Covid-19 di Purworejo sudah sangat tepat, bahkan menjadi yang terbaik di Jawa Tengah. Hal itu, kata Yuli, karena upaya persiapan sudah dilakukan dengan menyediakan dua rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19.

Selain juga menetapkan Peraturan Bupati yang mengatur tentang sanksi bagi yang tidak mengenakan masker. “Memang pada awalnya banyak dibully, tapi sekarang menjadi yang terbaik,” ucap Yuli.

Terkait dengan itu, Paslon nomor 1 menanggapi dengan pertanyaan, siapa sesungguhnya yang mengetahui seseorang tertular atau tidak mengingat di beberapa wilayah, kata Agustinus, banyak warga yang tidak memakai masker ketika beraktivitas.

Cabup Kuswanto tampil seorang diri

Oleh Paslon bupati nomor 3 Agus Bastian, hal itu kembali ditanggapi bahwa dinas terkait tak henti-hentinya melakukan tracking dan tracing untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Bahkan upaya tracking dan tracing yang dilakukan lebih banyak dibanding dengan daerah lain.

Dari ketiga paslon, tampaknya Paslon nomor 2 yang banyak “diserang” baik oleh Paslon nomor 1 maupun Paslon nomor 3. Bahkan secara vulgar, Paslon nomor 3 menyebut Paslon nomor 2 tidak paham kondisi di Purworejo saat membahas tentang pembangunan patung.

Sebagai petahana, Paslon nomor 3 tampaknya percaya diri dengan
apa yang sudah dilakukan sehingga beberapa kali mematahkan argumen yang “menyerang” kebijakan yang sudah dilakukan, termasuk saat membahas tentang wacana sekolah gratis yang dilontarkan paslon nomor 1.

Agus Bastian dan Yuli Hastuti

Namun demikian paslon nomor 1 juga tak kalah berusaha tampil percaya diri dan tegas dalam memaparkan hasil temuannya selama melakukan lawatan ke beberapa tempat yang dikunjungi.

Adapun Paslon nomor 2, meski dua kali tampil single fighter, berkali-kali berusaha meyakinkan publik dengan slogannya yakni mbelani Purworejo, dengan cara apapun.

Dengan stylenya masing-masing, di akhir acara yakni saat closing statement, ketiganya meyakinkan masyarakat Purworejo untuk memilih mereka. Kini tinggal keputusan di tangan Anda dengan
menentukan pilihan sesuai hati nurani untuk kemajuan Purworejo di masa mendatang. (Nas)

Tinggalkan Balasan