Camat Grabag: Rencana Pemberhentian Surono Sudah Sesuai Prosedur

GRABAG, Camat Grabag, Akhmad Jaenudin, SIP menegaskan, rencana pemberian sanksi terhadap Surono (49), perangkat Desa Tulusrejo yang menulis status di WA sudah sesuai prosedur. Penegasan itu disampaikan menanggapi keberatan Surono terhadap rencana Pj Kades Tulusrejo yang akan memberhentikan sementara terhadap dirinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Surono terancam diberhentikan dari jabatannya sebagai perangkat desa Tulusrejo karena dinilai telah meresahkan warga akibat menulis status di akun WhatsApp miliknya. Di tengah-tengah gelaran Pilkades, dia menulis status seperti ini: “Hati nurani warga desaku telah terjual dengan harga selembar 20.000, heeem, murah yaa,”.

Dijelaskan, secara UU ITE, Surono memang tidak tidak bisa dijerat. Namun Surono akan dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan Dan Pemberhentian Perangkat Desa.
“Dalam pasal 26 jelas disebutkan perangkat desa dilarang merugikan kepentingan umum, melakukan tindakan yang meresahkan warga, melanggar sumpah janji jabatan dan melakukan provokasi terhadap masyarakat untuk kepentingan pribadi,kelompok maupun golongan,” kata Ahmad Jaenudin saat ditemui wartawan Jumat (8/2).
Menurutnya, meski demikian dalam proses pemberhentian Surono tetap akan menggunakan tahapan-tahapan yang sesuai prosedur.
Oleh karena itu, lanjut Jaenudin, yang bersangkutan nantinya akan diberi surat peringatan pertama, kedua, ketiga, pemecatan sementara hingga pemecatan tetap. “Sekarang masih dalam proses, namun yang berhak memberhentikan itu kewenangan kepala desa, Pj hanya sebatas memberi surat teguran saja,”ucapnya.
Diakui, pernyataan Pj Kades Tulusrejo akan memberhentikan Surono yang ditulis memang tidak ada aturannya dan itu dilakukan hanya untuk meredam situasi saja.
Disebutkan, paska Surono membuat status di WA situasi menjadi memanas hingga berujung demo warga ke Polsek Grabag yang menuntut Surono diberhentikan dari jabatannya. Padahal waktu itu sudah ada permintaan maaf dari Surono.
Namun karena Surono dianggap tidak bersungguh-sungguh dalam meminta maaf warga melakukan demo dan mengancam akan terus menduduki Polsek Grabag jika tidak ada kepastian tindakan terhadap Surono.
“Nah karena terus memanas maka Pj Kades membuat surat pernyataan tersebut untuk meyakinkan warga bahwa pemerintah desa serius akan menindak Surono,”tutur Ahmad Jaenudin. (W5)

Tinggalkan Balasan