Bupati: Uji Kompetensi Bisa Hilangkan Kasus Promosi Pegawai yang Dipaksakan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, menegaskan, uji kompetensi bagi aparatur sipil negara (ASN) merupakan salah satu cara untuk mendapatkan peta kompetensi pegawai dalam rangka penelusuran kader potensial (talent pool) dan pengembangan karier pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
“Melalui talent pool diharapkan bisa mengurangi kelangkaan kader pemimpin sekaligus menghilangkan kasus promosi yang dipaksakan,” tandas bupati usai membuka uji kompetensi pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Purworejo, di Aula Arahiwang Setda, Senin (2/12).
Lebih lanjut Bupati mengatakan, menyongsong Birokrasi Berkelas Dunia dan menghadapi Revolusi Industri 4.0, diharapkan dapat mewujudkan ASN dengan high-skilled (keterampilan tinggi) yang mempunyai integritas, berjiwa nasionalisme dan mempunyai wawasan global.

Selain itu ASN juga diharapkan memiliki kemampuan melayani, membangun networking (jaringan kerja) dan memiliki jiwa entrepreneurship (kewirausahaan), serta memiliki kemampuan dalam hal teknologi informasi dan bahasa asing.

Bupati menambahkan, lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN telah membawa perubahan dalam kehidupan karir pegawai. Yaitu yang awalnya dianggap sebagai zona nyaman sekarang menjadi zona kompetitif. Sehingga setiap ASN harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitas dirinya, agar dapat terus eksis di jalur birokrasi.
“Sudah empat tahun ini Pemkab Purworejo menerapkan merit system, sehingga dalam menempatkan ASN dalam jabatan tertentu semunya berdasarkan assesment dan diuji kembali. Ini adalah tuntutan jaman,” ujarnya.
Apalagi Presiden Jokowi sudah memerintahkan untuk menghapus jabatan eselon III dan IV di Kementerian, yang bukan tidak mungkin nantinya akan berlanjut ke Pemerintah Daerah. Secara otomatis dengan berkurangnya jabatan struktural, akan mempertajam kompetisi antar pegawai.

“Ini semua dilakukan untuk menciptakan ASN yang lebih baik, yang mempunyai kemampuan yang tinggi,” imbuhnya.
Kepala BKD Purworejo drg Nancy Megawati Hadisusilo, MM menjelaskan, uji kompetensi diikuti pejabat adminstrator dan pejabat pengawas. Terdiri atas pejabat eselon III berjumlah 68 orang dan pejabat eselon IV berjumlah 7 orang.
Dalam uji komptensi ini, pihaknya bekerja sama dengan penguji dari PPKDK LPPM UNS yang dipimpin oleh Nugraha Arif Karyanta SPsi Mpsi. Ujian kompetensi akan berlangsung selama satu hari dengan sesi ujian terdiri atas psikometri, case analysis, integrity questionnaire, uji kompetensi bidang, dan leaderless group discussion. (H/nas)

Tinggalkan Balasan