Bupati Resmikan Kantor Cabang Pembantu Bank Jateng Kutoarjo

KUTOARJO, Sebagai bank pemerintah daerah terbaik di Indonesia, Bank Jateng terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan membuka kantor baru, seperti yang dilakukan Bank Jateng Cabang Purworejo yakni membuka kantor Cabang Pembantu (Capem) di Kutoarjo.

Peresmian kantor Capem ke-3 di wilayah Purworejo itu dilakukan oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, Jumat (14/2). Peresmian dihadiri oleh Sekda Said Romadhon, Direktur Keuangan Bank Jateng, Dwi Agus Pramudya, Pemimpin Cabang Bank Jateng Purworejo, Yulistyawan S Hartanto, dan para nasabah.

Selain peresmian Kantor Capem Kutoarjo oleh Bupati Purworejo H Agus Bastian, SE, MM, pada kesempatan itu diresmikan pula pembangunan Capem Parakan dan Cabang Temanggung oleh Direktur Keuangan Bank Jateng Dwi Agus Pramudya.

Direktur Keuangan Bank Jateng,
Dwi Agus Pramudya usai menyampaikan bantuan berupa seperangkat sound system untuk Masjid Al Izhaar menuturkan, pembangunan gedung baru tersebut merupakan bentuk kesungguhan Bank Jateng dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dan Pemda sebagai salah satu pemegang saham di Bank Jateng.

Dwi berujar, Bank Jateng selalu melaksanakan regulasi untuk kemaslahatan masyakarat melalui layanan yang semakin lengkap.
Dengan diresmikannya Kantor Capem maka semakin kuat jaringan Bank Jateng yakni sebanyak 722 unit kantor dan 899 ATM dimana 27 diantaranya berada di Purworejo.

“Rencananya akan ditambah 3 lagi untuk lebih memudahkan nasabah dalam bertransaksi,” imbuhnya.

Untuk menjalankan Gerakan Nasional Pembayaran Non Tunai, Bank Jateng telah melakukan implementasi sisem house to house, antara lain dengan RSUD Dr Tjitrowardojo. Selain juga melakukan kerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Anwar Maron melalui layanan e santri.

Bupati dan pejabat Bank Jateng foto bersama di gedung baru

Saat ini, lanjut Dwi, Bank Jateng juga membuka tabungan pelajar di 19 sekolah SMP dan SMA di wilayah Purworejo.

“Total aset yang dimiliki Bank Jateng hingga 31 Desemeber 2019 senilai Rp 71, 8 triliun. Dari jumlah tersebut sebesar Rp 49 triliun berupa dana masyarakat yang disalurkan dalam bentuk kredit untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Dwi.

Tentang pembangunan kantor baru, Dwi mengungkapkan, pihaknya sempat mengalami hambatan sehingga pembangunan yang seharusnya selesai dalam jangka waktu 8 bulan mundur menjadi satu tahun.

“Semula kami berpikir cukup gedung yang sederhana saja. Tapi karena lingkungan sangat mendukung termasuk alun-alun dan masjid serta gedung pemerintahan, akhirnya kami putuskan membangun gedung yang megah untuk ukuran kantor Capem seperti saat ini,” kata Dwi.

Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM mengatakan, Bank Jateng sebagai mitra Pemkab mampu meningkatkan akses produk dan jasa bidang keuangan. Bupati berharap Bank Jateng dapat menurunkan bunga kredit sehingga tidak ada keluhan dari ASN yang akhirnya mengambil kredit di luar Purworejo. Hal ini akan dapat berdampak pada pembagian deviden untuk pembangunan Purworejo.

Di akhir acara Bupati melakukan pengguntingan pita serta meninjau setiap sudut ruangan yang ada di gedung baru itu. (Dia)

One comment

  1. Kalau ngelamar kerja blh dn syarat apa aja.tpi saya dari keluarga tidak mampu dan harus jdi tualang punggung keluarga.dn saya cuma tamatan SD.karena orang tuasaya tdk mampu.sekarang umur saya 40 taun.kira” blh gk melamar kerja.ya diposisikan dimana bagian bersih” blh.

Tinggalkan Balasan