Bupati Kunjungi Petilasan Sunan Geseng dan Masjid Tertua di Bagelen

BAGELEN, Bupati Purworejo H Agus Bastian, SE, MM mengunjungi sekaligus berziarah ke petilasan Eyang Sunan Geseng, di Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Senin (29/6). Bupati didampingi Kadinpermasdes Agus Ari Setiadi, S.Sos, Kabag Humas dan Protokol Setda Rita Purnama SSTP, MM dan sejumlah pimpinan OPD menaiki ratusan anak tangga menuju ke lokasi petilasan. 

Selama peninjauan, Bupati mendapat penjelasan dari Kades Bagelen Sarimin tentang petilasan Sunan Geseng dan Masjid Santren Bupati meminta agar aset wisata religi tersebut terus dipelihara dan dikembangkan. 

“Kita punya banyak sekali aset wisata religi. Selain petilsan Sunan Geseng, di sekitar sini ada juga petilasan Nyai Bagelen, Masjid Santren yang merupakan masjid tiban dan lain-lain, ” kata Bupati. 

Petilasan Sunan Geseng konon sebagai tempat bertemunya Sunan Geseng (Ki Cokrojoyo) dengan Sunan Kalijaga. Di sana terdapat sebuah cungkup yang di dalamnya terdapat sebuah batu besar berwarna hitam. 
Oleh masyarakat sekitarnya disebut sebagai batu gosong.

Bupati di petilasan Sunan Geseng

Konon ceritanya batu itu merupakan tempat duduk Sunan Geseng pada saat diuji oleh gurunya, Sunan Kalijaga, untuk menunggui tongkat Sang Guru. Karena ditinggal lama maka di sekitar tempat duduk Sunan Geseng ditumbuhi oleh semak belukar.

Maka untuk mencari keberadaan muridnya, Sunan Kalijaga membakar tempat tersebut hingga hangus. Ki Cokrojoyo ikut hangus dan gosong tetapi tetap hidup. Sejak saat itu Ki Cokrojoyo mendapat gelar sebagai Sunan Geseng. 

Bupati juga mengunjungi dan melaksanakan sholat duhur di Masjid Santren Desa Bagelen. Bupati sempat berdialog dengan takmir Masjid Santren, antara lain mengenai empat sokoguru yang masih asli. 

Masjid Santren atau Masjid Kyai Baedlowi merupakan masjid yang dapat dikategorikan sebagai bangunan cagar budaya. Hal ini disebabkan oleh latar belakang sejarah yang berkaitan dengan Raja Mataram yaitu Sultan Agung. Masjid ini juga yang tertua di wilayah Bagelen.

Bupati berziarah ke makam

Dalam rangkaian kunjungannya di Kecamatan Bagelen, Bupati juga bertemu dengan para kepala desa, BPD dan Ketua RT/RW. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot pembanguman infrastruktur.

“Sekarang tidak ada lagi istilah jeglongan sewu akibat banyaknya jalan yang rusak. Sekarang hampir semua jalan sudah bagus, meskipun agak terkendala karena anggarannya banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19,” tandasnya.

Pada bagian lain, Bupati tak bosan mengingatkan tentang penerapan protokol kesehatan. 

“Kita sudah memasuki era new habit atau kebiasaan baru, silakan  beraktivitas seperti biasanya, agar kegiatan sosial ekonomi terus berjalan, namun harus tetap pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan pakai sabun,” katanya. (Nas)

Tinggalkan Balasan