Bupati Gandeng Pengusaha untuk Sukseskan Peringatan Hati Jadi Purworejo

PURWOREJO, Bupati Agus Bastian, SE, MM, menggandeng para pengusaha lokal untuk ikut menyukseskan peringatan Hari Jadi ke-188 Kabupaten Purworejo yang jatuh pada 27 Februari mendatang. Sebanyak 100 pengusaha diundang dalam acara Ngopi Bareng di Pendopo Kabupaten, Rabu (13/2) malam.
Selain pengusaha, hadir juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Widyo Prayitno, SH, Kepala Bappeda Drs Pram Prasetyo Achmad, MM, Kepala Disparbud Agung Wibowo, AP, Kepala Dinas KUKMP Gandi Budi Supriyanto, S.Sos, Kabag Humas Bambang Gatot Seno Aji SE MM, dan dinas instansi terkait.

Bupati Agus Bastian menilai, usia Kabupaten Purworejo berdasarkan hari jadi sebelumnya sangat tua yakni 1.118 tahun. Bahkan lebih tua dari Yogyakarta dan Jakarta. Padahal Jakarta merupakan Ibu kota Indonesia.
Menyadari hal itu, kata Bupati, Pemkab Purworejo lalu mengkaji kembali dan hasilnya usia Kabupaten Purworejo yaitu 188 di tahun 2019 ini. Dengan usia 188 Hari Jadi Kabupaten Purworejo akan menambah semangat untuk terus membangun.

“Dengan akan hadirnya bandara internasional di Kulonprogo, Otorita Borobudur, dan Waduk Bener, diharapkan dapat lebih meningkatkan perekonomian Purworejo yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,”tegasnya.

Bupati juga menyampaikan keinginannya untuk membuat Purworejo lebih bagus dalam hal pembangunan di segala bidang. Baik perekonomiannya, sumberdaya manusia, sumberdaya alamnya hingga obyek wisata, termasuk keindahan kota.

Bupati menginginkan agar diberlakukan ketentuan yang tegas terhadap pengusaha kuliner yang nuthuk rego kepada pembeli. Kalau perlu seperti yang dipraktekkan di Malioboro Yogyakarta. Yaitu penjual yang ketahuan nuthuk rego langsung dikeluarkan. Hsl itu karena sangat merugikan konsumen sehingga membuat kapok pembeli.

“Apalagi Purworejo masih terus menggencarkan program wisata, agar wisatawan dari luar tertarik mengunjungi Purworejo. Maka kita harus bersama-sama mendukung untuk mewujudkan Romansa Wisata,” harapnya.

Sementara itu Widyo Prayitno SH mengatakan, kegiatan ngopi bareng ini sebagai wahana untuk saling sharing dalam membangun Purworejo. Pengusaha biasanya terkait sekali dengan perizinan.

“Kami siap melayani perijinan dengan tepat waktu dan maksimal. Insyaallah bisa dipastikan pelayanan sesuai prosedur tanpa ada pungutan liar. Jika ada yang kurang dalam melakukan pelayanan, bisa disampaikan sehingga akan segera kami perbaiki,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan